Minggu, 08 Juni 2014

Laporan Fotosintesis



I. PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
            Organisme autotroph merupakan organisme  yang dapat mengubah bahan anorganik  menjadi  organik  (dapat  membuat makanan sendiri) dengan adanya bantuan energi seperti energi cahaya matahari dan kimia. Organisme autotrof dibedakan menjadi dua tipe. a). Fotoautotrof adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau, bakteri ungu, dan bakteri hijau. Proses fotosintesis pada bakteri dilakukan secara anaerobik dan tidak dihasilkan oksigen. b). Kemoautotrof adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri besi, bakteri belerang, bakteri nitrogen. Bakteri kemoautotrof menggunakan energi kimia dari oksidasi molekul organik untuk menyusun makanannya. Molekul organik yang dapat digunakan oleh bakteri kemoautotrof adalah senyawa nitrogen, belerang, dan besi, atau dari oksidasi gas hidrogen. Dalam prosesnya bakteri ini membutuhkan oksigen.
            Heterotrof  (dari bahasa Yunani heterone: lainnya dan trophe: nutrisi) adalah  organisme yang membutuhkan senyawa organik  dimana  karbon diekstrak untuk pertumbuhannya. Heterotrof dikenal sebagai "konsumer" dalam rantai makanan. Termasuk ke dalam heterotrof adalah semua hewan, jamur dan bakteri. Heterotrof merupakan kebalikan dari autotrof.
            Sebuah autotroph adalah organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri dengan menggunakan cahaya, air, karbon dioksida, atau bahan kimia lainnya. Karena autotrophs menghasilkan makanan mereka sendiri, mereka kadang-kadang disebut produser.  Tanaman adalah jenis yang paling akrab autotroph, tetapi ada berbagai macam organisme autotrophic. Algae, yang hidup di air dan bentuk yang lebih besar yang dikenal sebagai rumput laut , adalah autotrophic. Fitoplankton, organisme kecil yang hidup di laut, yang autotrophs. Beberapa jenis bakteri yang autotroph sebagian besar autotrof menggunakan proses yang disebut fotosintesis untuk membuat makanan mereka. Dalam fotosintesis, autotrophs penggunaan energi dari matahari untuk mengkonversi air dari tanah dan karbon dioksida dari udara menjadi nutrisi yang disebut glukosa. Glukosa adalah jenis gula, glukosa memberi energi tanaman. Tanaman juga menggunakan glukosa untuk membuat selulosa, zat yang mereka gunakan untuk tumbuh dan membangun dinding sel.  Semua tanaman dengan daun hijau, dari terkecil lumut es untuk menjulang cemara pohon, mensintesis, atau membuat, makanan mereka sendiri melalui fotosintesis. Algae, fitoplankton, dan beberapa bakteri juga melakukan fotosintesis.
            Beberapa langka autotrophs menghasilkan makanan melalui proses yang disebut kemosintesis, dari pada melalui fotosintesis. Autotrof yang melakukan kemosintesis tidak menggunakan energi dari matahari untuk menghasilkan makanan. Sebaliknya, mereka membuat energi makanan menggunakan dari reaksi kimia, sering menggabungkan hidrogen sulfida atau metana dengan oksigen. Organisme yang menggunakan kemosintesis hidup di lingkungan yang ekstrim, di mana beracun bahan kimia yang diperlukan untuk oksidasi ditemukan. Misalnya, bakteri yang hidup di aktif gunung es mengoksidasi sulfur untuk menghasilkan makanan mereka sendiri. Pada Taman Nasional Yellowstone di negara bagian AS dari Wyoming, Idaho, dan Montana, bakteri mampu kemosintesis telah ditemukan dalam air panas.
            Manfaat fotosintesis. 1). Tumbuhan, mendapat sari-sari makanan dari proses fotosintesis berupa glukosa sehingga tumbuhan dapat memiliki cukup makanan untuk kelangsungan hidupnya. 2). Bagi hewan, mendapatkan gas O2. 3). Bagi manusia, mendapatkan gas O2. Dapat kita ktahui apabila kita duduk di bawah pohon yang rindang di siang hari, kita dapat merasakan O2, karena kadar O2 nya banyak.
1.2.  Tujuan
            Mengamati proses fotosintesis dan pengaruh intensitas cahaya terhadap fotosintesis.

 II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Pengertian Fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan berbentuk karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu klorofil. Selain yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang berfotosintesis yaitu alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Fotosintesis adalah cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula untuk molekul penyimpan energi. Cara lain yang dilakukan organisme dalam mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis yang biasa dilakukan oleh bakteri belerang.
Proses fotosintesis tidak berlangsung untuk semua sel tetapi khusus ada sel yang mengandung pigmen fotosintetik karena proses fotosintesis dipengaruhi oleh kemampuan daun menyerap spektrum cahaya. Perbedaan ini disebabkan perbedaan pigmen pada jaringan daun. Kloroplas merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang berperan penting dalam proses fotosintesis untuk menyerap energi matahari.
Kloroplas atau zat hijau daun terdapat pada semua tumbuhan berwarna hijau. Kloroplas mengandung klorofil. Pigmen fotosintesis ini terdapat pada membran tilakoid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam stroma. Klorofil sendiri hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. Fotosistem adalah unit dari tumbuhan untuk menangkap energi matahari (klorofil).
Proses fotosintesis dimulai dengan energi cahaya diserap oleh protein berklorofil yang biasa disebut pusat reaksi fotosintesis. Pada tumbuhan, protein ini tersimpan di dalam organel yang disebut kloroplas, sedangkan pada bakteri, protein ini tersimpan pada membran plasma. Sebagian energi cahaya yang dikumpulkan klorofil disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Sisa energi digunakan untuk memisahkan elektron dari zat seperti air. Elektron ini digunakan dalam reaksi yang mengubah karbondioksia menjadi senyawa organik. Pada tumbuhan, alga, dan cyanobacteria, ini dilakukan dalam suatu rangkaian reaksi yang disebut siklus Calvin, namun rangkaian reaksi yang berbeda ditemukan pada beberapa bakteri, misalnya siklus Krebs terbalik pada Chlorobium. Banyak organisme fotosintesis memiliki adaptasi mengonsentrasikan atau menyimpan karbondioksida untuk membantu mengurangi proses pemborosan yang disebut fotorespirasi yang menghabiskan sebagian dari gula yang dihasilkan selama fotosintesis.
2.2.  Fotosintesis Reaksi Terang dan Reaksi Gelap
Reaksi terang adalah reaksi yang melibatkan tenaga matahari sedangkan reaksi gelap (calvin-Benson Cycle) dapat terjadi tanpa kehadiran sinar matahari. Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan  adenosin trifosfat (ATP) dan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610-700 nm), hijau kuning (510-600 nm), biru (410-500 nm) dan violet (< 400 nm). Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh, klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.
Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Bensondan siklus Hatch-Slack. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1,5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3 phosphogliserat. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. (http://konsepbiologi. wordpress.com/tag/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap).
2.3.  Faktor Yang Mempengaruhi Proses Fotosintesis
Beberapa faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis terutama cahaya, konsentrasi karbondioksida, suhu, oksigen, air, dan klorofil. 1). Cahaya, merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Energi cahaya yang diserap oleh tumbuhan tergantung pada intensitas sumber cahaya, panjang gelombang cahaya, dan lama penyinaran. Pada batas-batas tertentu, semakin tinggi intensitas cahaya matahari maka semakin banyak energi cahaya yang diserap oleh klorofil, sehingga laju fotosintesis meningkat. Cahaya matahari dengan intensitas terlalu tinggi akan menimbulkan keruskan pada klorofil. 2). Konsentrasi Karbondioksida, kenaikkan karbondioksida harus sesuai dengan intensitas cahaya. Jika konsentrasi karbondioksida tidak mencukupi laju fotosintesis akan turun. Apabila konsentrasi karbondioksida ditingkatkan pelan-pelan maka laju fotosintesis akan meningkat hingga pada tingkat tertentu. 3). Suhu, mempengaruhi kerja enzim untuk fotosintesis. Bila suhu naik 10, kerja enzim meningkat dua kali lipat. Hal ini terjadi pada suhu tertentu, bila suhu terlalu tinggi, justru merusak enzim. Kebanyakan tumbuhan mengadakan fotosintesis dengan baik pada kisaran suhu 10-35. 4). Oksigen, kenaikan kadar oksigen dapat menghambat fotosintesis karena oksigen merupakan komponen untuk respirasi. Oksigen akan bersaing dengan karbondioksida untuk mendapat hidrogen.5). Air, tumbuhan yang kekurangan air akan layu, Jika daun layu, stomata cenderung menutup. Akibatnya difusi karbondioksida dari udara terhambat. 6). Kandungan klorofil, daun yang menguning berarti kadar klorofil berkurang. Ini akan menurunkan laju fotosintesis. Tumbuhan memerlukan sejumlah ion anorganik tertentu untuk membuat pigmen klorofil. Ion itu adalah Mg (Magnesium) dan N (Nitrogen).


                                             
  III. BAHAN DAN METODE
3.1.  Tempat dan Waktu
Kegiatan praktikum Acara vii (fotosintesis) dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Kegiatan dilakukan pada hari Rabu, 14 Nov 2012 jam 15.00 - 16.30 WIB.
3.2.  Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah gelas kimia, cawan petri, kasa asbes, pinset, ember plastic, pipet, kantong plastik bening, hot plate, karet gelang, dan penjepit kertas/klip, dan larutan lugol.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu air, alkohol, daun, kertas timah, ganggang hidrilla dan NaHCO3 (soda kue).
3.3.  Cara Kerja
3.3.1.   Percobaan A. Fotosintesis Menghasilakan Tepung
a.         Memilih tumbuhan di kebun yang daunnya baik untuk percobaan, pada sore hari tutuplah bagian tengah daun dengan kertas timah, dengan dilipatkan kertas timah sebesar 1,2 mm. Agar tidak mudah lepas gunakan penjepit kertas..
b.        Pada keesokan harinya setelah daun terkena cahaya matahari beberapa lama petiklah, buka kertas timahnya, dan secepatnya masukan dalam air mendidih hingga agak layu,
c.         Masukan daun kedalam akohol panas sampai warna daun agak putih. Dengan pinset pindahkan daun ke cawan petri, kemudian tetesi dengan larutan lugol hingga merata.
d.        Perhatikan warna yang terjadi.
3.3.2.   Percobaan B Gas yang Dihasilkan Fotosintesis
a.         Dalam ember plastik isi air kran atau air sumur hingga 3/4-nya. Larutkan 5 gram NaHCO2 (soda kue) atau empat sendok the.
b.        Beri tanda pada kantong plastik dengan spidol A dan B. Isilah kantong dengan air dari ember tersebut.
c.         Ikat 10 batang hydrilla (panjang ±  15 cm) dengan ikatan longgar pada pangkalnya, masukan kedalam kantong yang berisi air.
d.        Masukan kantong plastik ke dalam air diember. Ikatlah mulutnya dengan karet gelang hingga rapat, jaga jangan  sampai ada gelembung udara didalamnya.
e.         Letakan kantong A tadi pada panas matahari dengan ikatan diatur dari bawah.
f.         Letakan kantong B ditempat yang gelap.
g.        Setelah 5 menit sampai 20 menit, apakah ada gelembung gas pada kantong A dan B. pilih kantong plastik yang ada gasnya, atau yang paling banyak gasnya.
h.        Hitunglah jumlah gelembung persatuan dan catatlah hasil yang di peroleh dalam lembar kerja.
i.          Setiap kali akan menghitung gelembung, lebih dulu tambahkan satu sendok teh atau secukupnya larutan NaHCO2  dan nantikan beberapa menit hingga pengeluaran gelembung stabil.
                                             
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil  
                   Dari hasil pengamatan dari bebrapa bahan yang digunakan di sub laboratorium biologi jurusan Budidaya Fakultas Pertanian UNPAR disajikan pada Tabel berikut.
Tabel 1. Hasil proses fotosintsis pada daun yang menghasilkan amilum yang digunakan
              di sub  laboratoriumbiologi jurusan Budidaya Fakultas Pertanian UNPAR.
Daun
Perlakuan
Terbuka
Tertutup
Keterangan
Daun A
(daun tebal)
·      Sebelum perlakuan




·     Pada terbuka berwarna hijau tua
·     Pada tertutup berwarna hijau muda
·      Air panas


·     Air panas digunakan untuk menonaktifkan klorofil
·     Pada saat direbus daun terbuka berwarna coklat tua
·     Pada  daun tertutup berwarna kekuning-kuningan
·      Alkohol


·      Alkohol digunakan untuk melarutkan klorofil
·      Pada daun terbuka brwarna coklat
·      Pada daun tertutup berwarna kuning
·      Larutan Lugol


·      Untuk melihat daunya amilum
·      Pada daun terbuka hitam
·      Pada daun tertutup hitam
Daun B
(daun tipis)
·      Sebelum perlakuan


·     Pada daun terbuka hijau tua
·     Pada daun tertutup hijau muda
·      Air Panas


·     Pada daun terbuka hijau tua
·     Pada daun tertutup kuning
·      Alkohol


·     Sama-sama berwarna kuning karena klorofilnya telah terlarut
·      Larutan Lugol


·     Sama-sama berwarna hitam


Tabel 2. Fotosintesis Menghasilkan Ogsigen
Waktu
Tempat Terang
Tempat Gelap
Intensitas Cahaya
Jumlah Gelembung
Intensitas Cahaya
Jumlah Gelembung
5 menit
563 Lux
390 Gelembung
-
8 Gelembung
10 menit
461 Lux
910 Gelembung
-
12 Gelembung
15 menit
330 Lux
1.420 Gelembung
-
15 Gelembung
20 menit
420 Lux
1.940 Gelembung
-
18 Gelembung








4.2.  Pembahasan
4.2.1.  Daun Tebal





Gambar 1. Daun tebal
Sumber: Dokumentasi Sendiri
 


            Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang dapat tumbuh dari mulai batang, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Pada pengamatan yang dilakukan pada daun tebal, daun yang menghasilkan amilum. Dalam praktik yaitu menutup daun dengan meggunakan kertas timah daoat dilihat, sebelum perlakuan pada saat daun terbuka terlihat warna daun hijau tua, sedagkan saat tertutup warna daun hijau muda, kemudian dilakukan perlakuan dengan menggunakan air panas, warna daun daun saat terbuka berwarna coklat tua dan yang tetutup berwarna kekuning-kuningan, air panas dalam perlakuan ini digunakan untuk menonaktifkan klorofil. Alkohol digunakan untuk melarutkan klorofil pada daun, pada daun terbuka dapat dilihat warna daun coklat sedangkan pada daun yang tertutup berwarna kuning, selanjutnya menggunakan perlakuan Larutan Lugol pada daun yang terbuka berwarna hitam dan yang tetutup berwarna hitam, larutan lugol digunakan untuk melihat adanya amilum.
4.2.2.  Daun Tipis

                 
           




Gambar 2. Daun Tebal
Sumber: Dokumentasi sendiri
 



            Daun tipis mempunyai kelebihan tersendiri yaitu karbon dioksida dapat dengan cepat masuk ke dalam sel untuk mengambil bagian dalam fotosintesis dan oksigen dengan cepat dapat dilepaskan. Juga mereka tipis untuk memungkinkan tanaman untuk tumbuh ke atas ke arah matahari. Jika mereka tebal mereka akan menimbang terlalu banyak dan tanaman akan datar. Mengamati daun tipis yang menghasilkan amilum dapat dilihat pada saat pengamatan, dalam pengamatan sebelum menggunakan perlakuan pada saat daun terbuka yang penutupanya menggunakan kertas timah dapat dilihat berwarna hijau tua sedangkan pada saat tertutup daunya berwarna hijau muda, kemudian menggunakan perlakuan dengan air panas pada saat terbuka berwarana hijau tua dan pada saat  tertutup daunya berwarna kekuning-kuningan, kemudian mengunakan perlakuan dengan alkohol warna daun pada pada saat terbuka berwarna kuning sedangkan pada daun yang tetutup berwarna kuning juga, selanjutnya mengunakan perlakuan  larutan lugol pada daun terbuka dan tertutup sama-sama berwarna hitam.
4.2.3.  Reaksi Terang
Gambar 3. Ganggang hydrilla
Sumber: Dokumentasi sendiri
 












            Reaksi terang adalah reaksi yang membutuhkan cahaya matahari. Reaksi terang terjadi didalam Stroma. Adapun bahan yang dibutuhkan antara lain plastik bening, ganggang hydrilla, karet,air, dan soda kue. Dalam pengamatan ini fotosintesis yang menghasilakan oksigen pada reaksi terang yang menggunakan ganggang hydrilla, dilakukan selama 20 menit, pada 5 menit pertama intensitas cahayanya telihat 563 lux dan jumlah gelembung 390, kemudian pada menit ke 10 dilakukan penghitungan kembali, intensitas cahaya 461 lux dan jumlah gelembung yang kaluar yaitu berjumlah 910 gelembung, pada menit ke 15 dengan intensitas cahaya 330 lux jumlah gelembung yang keluar yaitu 1.420 gelembung, dan kemudian pada menit terakhir yaitu di menit 20 dengan intensitas cahaya 420 lux jumlah gelembung 1.940 gelembung ogsigen. Dapat kita lihat bahwa proses fotosintesis terjadi karena adanya cahaya matahari.
4.2.4.  Reaksi  Gelap
                   






Gambar 4. Reaksi gelap
Sumber: Dokumentasi sendiri
 




Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Pada pengamatan ini menggunakan ganggang hydrilla pada reaksi gelap atau pada tempat yang gelap, pada reaksi gelap penghitunganya sama dengan reaksi terang yaitu selama 20 menit yang cara penghitunganya yaitu stiap 5 menit pertama mengamatai jumlah gelembung yang keluar, namun dalam reaksi gelap ini intensitas cahayanya tidak ada dan hanya menhitung jumlah gelembung yang keluar. Pada 5 menit pertama jumlah gelembung dapat terlihat hanya 8 gelembung ogsigen, kemudian dilanjutkan pada 10 menit atau menit kedua melakukan penghitungan yaitu berjumlah 12 gelembung, pada menit ke 15 dapat terlihat 15 jumlah gelembung, dan pada menit terakhir yaitu menit ke 20 jumlah gelembung yang terlihat yaitu 18 gelembung. Proses fotosintesis pada reaksi gelap sangat jauh berbeda dengan reaksi terang yang langsung dengan mengunakan cahaya matahari, bahwa dalam proses fotosintesis terjadi pada saat adanya cahaya matahari.


V.  KSIMPULAN DAN SARAN
5.1.  Kesimpulan
            Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.        Organisme autotroph merupakan organisme  yang dapat mengubah bahan anorganik  menjadi  organik  (dapat  membuat makanan sendiri) dengan adanya bantuan energi seperti energi cahaya matahari dan kimia. Autotroph dapat dibagi menjadi dua yaitu, fotoautotrof dan kemoautotrof.
2.        Heterotrof adalah kebalikan dari autotroph yang menhasilkan makanan sendiri,  heterotroph adalah organisme yang membutuhkan senyawa organik  dimana karbon diekstrak untuk pertumbuhannya. Heterotrof dikenal sebagai "konsumer".
3.        Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.
4.        Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.
5.        Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini.
6.        Faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis cahaya, konsentrasi karbondioksida, suhu, oksigen, air, dan klorofil.
7.        Bagian daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitam-hitaman yang menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya fotosintesis.
8.        Bagian daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini berarti tidak terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum.
                                                






DAFTAR PUSTAKA
Benson, Andrew.Penemu Reaksi Gelap.
Calvin, Melvin.Penemu Reaksi Gelap.
http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian/fotosintesis/proses/dan/reaksi/.
http://konsepbiologi.wordpress.com/tag/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap.


 





















LAMPIRAN
























0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews