I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Organisme autotroph merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri) dengan adanya bantuan
energi seperti energi cahaya matahari dan kimia. Organisme autotrof dibedakan menjadi dua tipe. a). Fotoautotrof adalah organisme yang dapat
menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan
organik. Contohnya tumbuhan hijau, bakteri ungu, dan bakteri hijau. Proses
fotosintesis pada bakteri dilakukan secara anaerobik dan tidak dihasilkan
oksigen. b). Kemoautotrof adalah organisme yang dapat
memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari
bahan organik. Contohnya
bakteri besi, bakteri belerang, bakteri nitrogen. Bakteri kemoautotrof
menggunakan energi kimia dari oksidasi molekul organik untuk menyusun makanannya. Molekul
organik yang dapat digunakan oleh bakteri kemoautotrof adalah senyawa nitrogen,
belerang, dan besi, atau dari oksidasi gas hidrogen. Dalam prosesnya bakteri
ini membutuhkan oksigen.
Heterotrof (dari bahasa Yunani heterone: lainnya dan trophe:
nutrisi) adalah organisme yang membutuhkan senyawa organik dimana karbon diekstrak untuk pertumbuhannya. Heterotrof dikenal
sebagai "konsumer" dalam rantai makanan. Termasuk ke dalam heterotrof
adalah semua hewan, jamur dan bakteri. Heterotrof
merupakan kebalikan dari autotrof.
Sebuah autotroph adalah organisme yang dapat
menghasilkan makanan sendiri dengan menggunakan cahaya, air, karbon dioksida, atau bahan kimia
lainnya. Karena autotrophs menghasilkan makanan mereka sendiri, mereka
kadang-kadang disebut produser.
Tanaman adalah jenis yang paling akrab autotroph,
tetapi ada berbagai macam organisme autotrophic. Algae, yang hidup di air dan bentuk
yang lebih besar yang dikenal sebagai rumput
laut , adalah autotrophic. Fitoplankton, organisme kecil yang
hidup di laut, yang autotrophs. Beberapa jenis bakteri yang autotroph sebagian besar autotrof
menggunakan proses yang disebut fotosintesis untuk
membuat makanan mereka. Dalam
fotosintesis, autotrophs penggunaan energi dari matahari untuk mengkonversi air dari tanah dan karbon dioksida dari udara menjadi nutrisi yang disebut glukosa. Glukosa adalah jenis gula, glukosa memberi energi tanaman. Tanaman juga menggunakan glukosa untuk membuat selulosa, zat yang mereka gunakan
untuk tumbuh dan membangun dinding
sel.
Semua tanaman dengan daun hijau, dari terkecil lumut es untuk menjulang cemara pohon, mensintesis, atau membuat,
makanan mereka sendiri melalui fotosintesis. Algae, fitoplankton, dan beberapa bakteri juga
melakukan fotosintesis.
Beberapa
langka autotrophs menghasilkan makanan melalui proses yang disebut kemosintesis, dari pada melalui
fotosintesis. Autotrof yang melakukan kemosintesis tidak
menggunakan energi dari matahari untuk menghasilkan makanan. Sebaliknya, mereka
membuat energi makanan menggunakan dari reaksi kimia, sering menggabungkan hidrogen
sulfida atau metana dengan oksigen. Organisme yang menggunakan kemosintesis hidup di lingkungan
yang ekstrim, di mana beracun bahan kimia yang diperlukan untuk oksidasi ditemukan. Misalnya, bakteri yang hidup di aktif gunung es mengoksidasi sulfur untuk
menghasilkan makanan mereka sendiri. Pada Taman Nasional Yellowstone di negara
bagian AS dari Wyoming, Idaho, dan Montana, bakteri mampu kemosintesis telah
ditemukan dalam air panas.
Manfaat fotosintesis.
1). Tumbuhan, mendapat sari-sari makanan dari proses fotosintesis berupa
glukosa sehingga tumbuhan dapat memiliki cukup makanan untuk kelangsungan
hidupnya. 2). Bagi hewan, mendapatkan gas O2. 3). Bagi manusia, mendapatkan gas O2. Dapat kita
ktahui apabila kita duduk di bawah pohon
yang rindang di siang hari, kita dapat merasakan O2, karena kadar O2 nya
banyak.
1.2. Tujuan
Mengamati proses fotosintesis dan
pengaruh intensitas cahaya terhadap fotosintesis.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian Fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia
pembentukan zat makanan berbentuk karbohidrat yang dilakukan
oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu klorofil. Selain
yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang berfotosintesis
yaitu alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat
hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi
cahaya matahari. Fotosintesis adalah cara asimilasi karbon karena dalam
fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula untuk
molekul penyimpan energi. Cara lain yang dilakukan organisme dalam
mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis yang biasa dilakukan oleh
bakteri belerang.
Proses fotosintesis tidak berlangsung untuk semua sel tetapi khusus ada
sel yang mengandung pigmen fotosintetik karena proses fotosintesis dipengaruhi
oleh kemampuan daun menyerap spektrum cahaya. Perbedaan ini disebabkan
perbedaan pigmen pada jaringan daun. Kloroplas merupakan salah satu pigmen fotosintetik
yang berperan penting dalam proses fotosintesis untuk menyerap energi matahari.
Kloroplas atau zat hijau daun terdapat pada semua tumbuhan berwarna
hijau. Kloroplas mengandung klorofil. Pigmen fotosintesis ini terdapat pada
membran tilakoid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung
dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam
stroma. Klorofil sendiri hanya merupakan sebagian dari perangkat dalam
fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem. Fotosistem adalah unit dari
tumbuhan untuk menangkap energi matahari (klorofil).
Proses
fotosintesis dimulai dengan energi cahaya diserap oleh protein berklorofil yang
biasa disebut pusat reaksi fotosintesis. Pada tumbuhan, protein ini tersimpan
di dalam organel yang disebut kloroplas, sedangkan pada bakteri, protein ini
tersimpan pada membran plasma. Sebagian energi cahaya yang dikumpulkan klorofil
disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Sisa energi digunakan
untuk memisahkan elektron dari zat seperti air. Elektron ini digunakan dalam
reaksi yang mengubah karbondioksia menjadi senyawa organik. Pada tumbuhan,
alga, dan cyanobacteria, ini
dilakukan dalam suatu rangkaian reaksi yang disebut siklus Calvin, namun
rangkaian reaksi yang berbeda ditemukan pada beberapa bakteri, misalnya siklus
Krebs terbalik pada Chlorobium.
Banyak organisme fotosintesis memiliki adaptasi mengonsentrasikan atau
menyimpan karbondioksida untuk membantu mengurangi proses pemborosan yang
disebut fotorespirasi yang menghabiskan sebagian dari gula yang dihasilkan
selama fotosintesis.
2.2. Fotosintesis Reaksi Terang
dan Reaksi Gelap
Reaksi terang adalah reaksi yang melibatkan tenaga matahari sedangkan
reaksi gelap (calvin-Benson Cycle)
dapat terjadi tanpa kehadiran sinar matahari. Reaksi terang adalah proses untuk
menghasilkan adenosin trifosfat (ATP) dan reduksi
NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Proses
diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Reaksi terang
terjadi pada grana (tunggal: granum),
sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang,
terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen
(O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang
membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi
yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Pada
proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap bertujuan
untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul
gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang
gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu
panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700
nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610-700 nm), hijau kuning
(510-600 nm), biru (410-500 nm) dan violet (< 400 nm). Masing-masing
jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait
pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen
yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang
gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang
gelombang yang berbeda. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai
contoh, klorofil a terutama menyerap
cahaya biru-violet dan merah. Klorofil
b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam
reaksi terang, sedangkan klorofil b
tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi
cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang
selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Proses
ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.
Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua
jalur, yaitu siklus Calvin-Bensondan siklus Hatch-Slack. Pada
siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1,5 bisfosfat menjadi
senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3 phosphogliserat. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan
reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Penambatan
CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim
rubisco. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut
tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom
karbon. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate
carboxilase. (http://konsepbiologi.
wordpress.com/tag/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap).
2.3. Faktor Yang Mempengaruhi Proses Fotosintesis
Beberapa faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis terutama
cahaya, konsentrasi karbondioksida, suhu, oksigen, air, dan klorofil. 1).
Cahaya, merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Energi cahaya yang diserap
oleh tumbuhan tergantung pada intensitas sumber cahaya, panjang gelombang
cahaya, dan lama penyinaran. Pada batas-batas tertentu, semakin tinggi
intensitas cahaya matahari maka semakin banyak energi cahaya yang diserap oleh
klorofil, sehingga laju fotosintesis meningkat. Cahaya matahari dengan
intensitas terlalu tinggi akan menimbulkan keruskan pada klorofil. 2). Konsentrasi
Karbondioksida, kenaikkan karbondioksida harus sesuai dengan intensitas cahaya.
Jika konsentrasi karbondioksida tidak mencukupi laju fotosintesis akan turun. Apabila
konsentrasi karbondioksida ditingkatkan pelan-pelan maka laju fotosintesis akan
meningkat hingga pada tingkat tertentu. 3). Suhu, mempengaruhi kerja enzim
untuk fotosintesis. Bila suhu naik 10, kerja enzim meningkat dua kali lipat.
Hal ini terjadi pada suhu tertentu, bila suhu terlalu tinggi, justru merusak
enzim. Kebanyakan tumbuhan mengadakan fotosintesis dengan baik pada kisaran
suhu 10-35. 4). Oksigen, kenaikan kadar oksigen dapat menghambat fotosintesis
karena oksigen merupakan komponen untuk respirasi. Oksigen akan bersaing dengan
karbondioksida untuk mendapat hidrogen.5). Air, tumbuhan yang kekurangan air
akan layu, Jika daun layu, stomata cenderung menutup. Akibatnya difusi
karbondioksida dari udara terhambat. 6). Kandungan klorofil, daun yang
menguning berarti kadar klorofil berkurang. Ini akan menurunkan laju
fotosintesis. Tumbuhan memerlukan sejumlah ion anorganik tertentu untuk membuat
pigmen klorofil. Ion itu adalah Mg (Magnesium) dan N (Nitrogen).
III. BAHAN DAN METODE
3.1. Tempat dan Waktu
Kegiatan praktikum Acara vii (fotosintesis) dilaksanakan di
Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka
Raya. Kegiatan dilakukan pada hari Rabu, 14 Nov 2012 jam 15.00 - 16.30 WIB.
3.2. Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah
gelas kimia, cawan petri, kasa asbes, pinset, ember plastic, pipet, kantong
plastik bening, hot plate, karet gelang, dan penjepit kertas/klip, dan larutan
lugol.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu air, alkohol, daun,
kertas timah, ganggang hidrilla dan NaHCO3 (soda kue).
3.3. Cara Kerja
3.3.1. Percobaan A. Fotosintesis Menghasilakan
Tepung
a.
Memilih tumbuhan di kebun yang daunnya baik untuk percobaan,
pada sore hari tutuplah bagian tengah daun dengan kertas timah, dengan
dilipatkan kertas timah sebesar 1,2 mm. Agar tidak mudah lepas gunakan penjepit
kertas..
b.
Pada keesokan harinya setelah daun terkena cahaya matahari
beberapa lama petiklah, buka kertas timahnya, dan secepatnya masukan dalam air
mendidih hingga agak layu,
c.
Masukan daun kedalam akohol panas sampai warna daun agak
putih. Dengan pinset pindahkan daun ke cawan petri, kemudian tetesi dengan
larutan lugol hingga merata.
d.
Perhatikan warna yang terjadi.
3.3.2. Percobaan
B Gas yang Dihasilkan Fotosintesis
a.
Dalam ember plastik isi air kran atau air sumur hingga 3/4-nya.
Larutkan 5 gram NaHCO2 (soda kue) atau empat sendok the.
b.
Beri tanda pada
kantong plastik dengan spidol A dan B. Isilah kantong dengan air dari ember
tersebut.
c.
Ikat 10 batang hydrilla (panjang ± 15 cm) dengan ikatan longgar pada pangkalnya,
masukan kedalam kantong yang berisi air.
d.
Masukan kantong plastik ke dalam air diember. Ikatlah
mulutnya dengan karet gelang hingga rapat, jaga jangan sampai ada gelembung udara didalamnya.
e.
Letakan kantong A tadi pada panas matahari dengan ikatan
diatur dari bawah.
f.
Letakan kantong B ditempat yang gelap.
g.
Setelah 5 menit sampai 20 menit, apakah ada gelembung gas
pada kantong A dan B. pilih kantong plastik yang ada gasnya, atau yang paling
banyak gasnya.
h.
Hitunglah jumlah gelembung persatuan dan catatlah hasil yang
di peroleh dalam lembar kerja.
i.
Setiap kali akan menghitung gelembung, lebih dulu tambahkan
satu sendok teh atau secukupnya larutan NaHCO2 dan nantikan beberapa menit hingga
pengeluaran gelembung stabil.
IV. HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dari hasil pengamatan
dari bebrapa bahan yang digunakan di sub laboratorium biologi jurusan Budidaya
Fakultas Pertanian UNPAR disajikan pada Tabel berikut.
Tabel 1. Hasil proses fotosintsis pada
daun yang menghasilkan amilum yang digunakan
di
sub laboratoriumbiologi jurusan Budidaya
Fakultas Pertanian UNPAR.
Daun
|
Perlakuan
|
Terbuka
|
Tertutup
|
Keterangan
|
Daun A
(daun tebal)
|
· Sebelum perlakuan
|
· Pada terbuka
berwarna hijau tua
· Pada tertutup
berwarna hijau muda
|
||
· Air panas
|
· Air panas digunakan
untuk menonaktifkan klorofil
· Pada saat direbus
daun terbuka berwarna coklat tua
· Pada daun tertutup berwarna kekuning-kuningan
|
|||
· Alkohol
|
· Alkohol digunakan
untuk melarutkan klorofil
· Pada daun terbuka
brwarna coklat
· Pada daun tertutup
berwarna kuning
|
|||
· Larutan Lugol
|
· Untuk melihat
daunya amilum
· Pada daun terbuka
hitam
· Pada daun tertutup hitam
|
|||
Daun B
(daun tipis)
|
· Sebelum perlakuan
|
·
Pada
daun terbuka hijau tua
·
Pada
daun tertutup hijau muda
|
||
· Air Panas
|
·
Pada
daun terbuka hijau tua
·
Pada
daun tertutup kuning
|
|||
· Alkohol
|
· Sama-sama berwarna kuning karena
klorofilnya telah terlarut
|
|||
· Larutan Lugol
|
· Sama-sama berwarna hitam
|
Tabel 2. Fotosintesis Menghasilkan
Ogsigen
Waktu
|
Tempat Terang
|
Tempat
Gelap
|
||||
Intensitas
Cahaya
|
Jumlah
Gelembung
|
Intensitas
Cahaya
|
Jumlah
Gelembung
|
|||
5 menit
|
563 Lux
|
390
Gelembung
|
-
|
8 Gelembung
|
||
10 menit
|
461 Lux
|
910
Gelembung
|
-
|
12
Gelembung
|
||
15 menit
|
330 Lux
|
1.420
Gelembung
|
-
|
15
Gelembung
|
||
20 menit
|
420 Lux
|
1.940
Gelembung
|
-
|
18
Gelembung
|
||
4.2. Pembahasan
4.2.1. Daun Tebal
Gambar 1. Daun tebal
Sumber:
Dokumentasi Sendiri
|
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang dapat tumbuh dari mulai batang, umumnya berwarna
hijau (mengandung klorofil)
dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui
fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi
tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof
obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi
cahaya menjadi energi kimia. Pada pengamatan yang dilakukan pada daun tebal,
daun yang menghasilkan amilum. Dalam praktik yaitu menutup daun dengan
meggunakan kertas timah daoat dilihat, sebelum perlakuan pada saat daun terbuka
terlihat warna daun hijau tua, sedagkan saat tertutup warna daun hijau muda,
kemudian dilakukan perlakuan dengan menggunakan air panas, warna daun daun saat
terbuka berwarna coklat tua dan yang tetutup berwarna kekuning-kuningan, air
panas dalam perlakuan ini digunakan untuk menonaktifkan klorofil. Alkohol
digunakan untuk melarutkan klorofil pada daun, pada daun terbuka dapat dilihat
warna daun coklat sedangkan pada daun yang tertutup berwarna kuning,
selanjutnya menggunakan perlakuan Larutan Lugol pada daun yang terbuka berwarna
hitam dan yang tetutup berwarna hitam, larutan lugol digunakan untuk melihat
adanya amilum.
4.2.2. Daun Tipis
Gambar 2. Daun Tebal
Sumber:
Dokumentasi sendiri
|
Daun tipis mempunyai kelebihan
tersendiri yaitu karbon dioksida dapat dengan cepat masuk ke dalam sel
untuk mengambil bagian dalam fotosintesis dan oksigen dengan cepat dapat
dilepaskan. Juga mereka tipis untuk memungkinkan tanaman untuk tumbuh ke atas
ke arah matahari. Jika mereka tebal mereka akan menimbang terlalu banyak
dan tanaman akan datar. Mengamati daun tipis yang menghasilkan amilum dapat
dilihat pada saat pengamatan, dalam pengamatan sebelum menggunakan perlakuan
pada saat daun terbuka yang penutupanya menggunakan kertas timah dapat dilihat
berwarna hijau tua sedangkan pada saat tertutup daunya berwarna hijau muda,
kemudian menggunakan perlakuan dengan air panas pada saat terbuka berwarana
hijau tua dan pada saat tertutup daunya
berwarna kekuning-kuningan, kemudian mengunakan perlakuan dengan alkohol warna
daun pada pada saat terbuka berwarna kuning sedangkan pada daun yang tetutup
berwarna kuning juga, selanjutnya mengunakan perlakuan larutan lugol pada daun terbuka dan tertutup
sama-sama berwarna hitam.
4.2.3.
Reaksi Terang
Gambar 3. Ganggang hydrilla
Sumber:
Dokumentasi sendiri
|
Reaksi
terang adalah reaksi yang membutuhkan cahaya matahari. Reaksi terang terjadi
didalam Stroma. Adapun bahan yang dibutuhkan antara lain plastik
bening, ganggang hydrilla, karet,air, dan soda kue. Dalam pengamatan ini fotosintesis
yang menghasilakan oksigen pada reaksi terang yang menggunakan ganggang
hydrilla, dilakukan selama 20 menit, pada 5 menit pertama intensitas cahayanya
telihat 563 lux dan jumlah gelembung 390, kemudian pada menit ke 10 dilakukan
penghitungan kembali, intensitas cahaya 461 lux dan jumlah gelembung yang
kaluar yaitu berjumlah 910 gelembung, pada menit ke 15 dengan intensitas cahaya
330 lux jumlah gelembung yang keluar yaitu 1.420 gelembung, dan kemudian pada
menit terakhir yaitu di menit 20 dengan intensitas cahaya 420 lux jumlah
gelembung 1.940 gelembung ogsigen. Dapat kita lihat bahwa proses fotosintesis
terjadi karena adanya cahaya matahari.
4.2.4. Reaksi
Gelap
Gambar 4. Reaksi gelap
Sumber:
Dokumentasi sendiri
|
Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam
fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada
bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH,
yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas.
Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan
bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew
Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Pada
pengamatan ini menggunakan ganggang hydrilla pada reaksi gelap atau pada tempat
yang gelap, pada reaksi gelap penghitunganya sama dengan reaksi terang yaitu
selama 20 menit yang cara penghitunganya yaitu stiap 5 menit pertama mengamatai
jumlah gelembung yang keluar, namun dalam reaksi gelap ini intensitas cahayanya
tidak ada dan hanya menhitung jumlah gelembung yang keluar. Pada 5 menit pertama
jumlah gelembung dapat terlihat hanya 8 gelembung ogsigen, kemudian dilanjutkan
pada 10 menit atau menit kedua melakukan penghitungan yaitu berjumlah 12
gelembung, pada menit ke 15 dapat terlihat 15 jumlah gelembung, dan pada menit
terakhir yaitu menit ke 20 jumlah gelembung yang terlihat yaitu 18 gelembung.
Proses fotosintesis pada reaksi gelap sangat jauh berbeda dengan reaksi terang
yang langsung dengan mengunakan cahaya matahari, bahwa dalam proses
fotosintesis terjadi pada saat adanya cahaya matahari.
V. KSIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
Organisme autotroph
merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri) dengan adanya
bantuan energi seperti energi cahaya matahari dan kimia. Autotroph dapat dibagi menjadi dua yaitu, fotoautotrof dan kemoautotrof.
2.
Heterotrof adalah kebalikan dari autotroph yang menhasilkan
makanan sendiri, heterotroph adalah organisme yang
membutuhkan senyawa
organik dimana karbon diekstrak
untuk pertumbuhannya. Heterotrof dikenal sebagai "konsumer".
3.
Fotosintesis adalah suatu proses
metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai
karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan
cahaya matahari dan klorofil.
4.
Gelembung-gelembung
yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.
5.
Intensitas
cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada
proses ini.
6.
Faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis cahaya,
konsentrasi karbondioksida, suhu, oksigen, air, dan klorofil.
7.
Bagian
daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitam-hitaman
yang menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya
fotosintesis.
8.
Bagian
daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini
berarti tidak terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum.
DAFTAR PUSTAKA
Benson, Andrew.Penemu Reaksi Gelap.
Calvin, Melvin.Penemu Reaksi Gelap.
http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian/fotosintesis/proses/dan/reaksi/.
http://konsepbiologi.wordpress.com/tag/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap.
LAMPIRAN
|


09.31
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar