I.
PENDAHULUAN
1.1. Dasar Teori
Deskripsi serangga predator secara umum, predator/pemangsa didefinisikan
sebagai makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lainnya. Pemangsaan merupakan
suatu cara hidup yang sumber makanannya diperoleh dengan menangkap, membunuh,
dan memakan hewan lain. Contoh serangga predator adalah kumbang ladybird, lalat
perompak, dan larva syrphidae.(adimaryanto, 2011). Deskripsi Serangga Parasit Pengertian
parasit adalah binatang pada umumnya serangga yang hidupnya di dalam atau menumpang
pada binatang atau serangga lain dan menjadikan binatang yang ditumpanginya
sebagai sumber kehidupannya. (Manrampasi, 2007).
Golongan Serangga Predator Pemangsa
dari kelompok arthropoda terdiri atas sejumlah besar jenis serangga, ditambah dengan laba-laba dan tungau
pemangsa. Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 200.000 jenis pemangsa
arthropoda, termasuk berbagai jenis laba-laba dan tungau pemangsa. Beberapa bangsa serangga yang penting sebagai
pemangsa dalam pengendalian alami dan hayati, antara lain adalah Coleoptera,
Hemiptera, Neuroptera, dan Diptera.Kelompok pemangsa penting yang bukan
serangga adalah laba-laba dan tungaupemangsa. Contoh dari golongan serangga
predator yaitu Ordo Orthoptera (bangsa belalang), Ordo Hemiptera
(bangsa kepik) / kepinding, Ordo Coleoptera (bangsa kumbang), Ordo Diptera
(bangsa lalat, nyamuk), Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat), Ordo Odonata
(bangsa capung/kinjeng). Golongan serangga parasit ada tiga bentuk partenogenesis yang dijumpai pada
parasitoid, yaitu thelyotoky (semua
keturunannya betina diploid tanpa induk jantan), deuterotoky (keturunannya sebagian besar betina diploid yang
tidak mempunyai induk jantan dan jarang ditemukan jantan haploid),
dan arrhenotoky (keturunan jantan haploid
tidak mempunyai induk jantan, dan keturunan betinanya berasal dari induk
betina dan jantan (diploid). Sebagian besar parasitoid ditemukan di
dalam dua kelompok utama bangsa serangga,
yaitu Hymenoptera (lebah, tawon, semut, dan lalat gergaji) danbangsa Diptera
(lalat beserta kerabatnya) (Basukriadi, 2011).
Siklus hidup serangga predator serangga berkembang dari telur yang terbentuk di
dalam ovarium serangga betina. Kemampuan reproduksi serangga dalam keadaan
normal pada mumnya sangat besar. Masa perkembangan serangga di dalam telur
dinamakan perkembangan embrionik, dan setelah serangga keluar (manetas) dari
telur dinamakan perkembangan pasca embrionik.. Rata-rata dari serangga predator
memiliki perkembangan Metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna, metemorfosis
tidak sempurna (Hemimetabola) hemimetabola memiliki cara hidup yang hampir sama
dengan paurometabola, hanya habitat dari serangga pradewasanya berbeda dengan
imagonya. Stadia dalam perkembangan hidupnya terdiri dari telur,naiad,
dan imago. Metamorfosis Sempurna (Holometabola) : pada tipe ini seranggamemiliki empat stadia selama siklus hidupnya,
yaitu telur, larva (ulat), pupa(kepompong), dan imago. Daur hidup
serangga parasite siklus hidupnya berada di
dalam atau menempel pada inang. Umumnya parsitmerusak tubuh inang selama
peerkembangannya. Beberapa jenis parasit dari anggota tumbuhan (hymenoptera),
meletakkan telurnya didalam tubuh inang dan setelahdewasa serangga ini akan
meninggalkan inang dan mencari inang baru untuk meletakkan telurnya untuk
serangga parasit tipe perkembangannya adalah metamorfosis bertahap (paurometabola)
: serangga yang mengalami perubahan bentuk secara paurometabolaselama siklus
hidupnya mengalami tiga stadia pertumbuhan, yaitu stadia telur, nimfadan imago.
Serangga pradewasa disebut nimfa. Nimfa dan imago memiliki tipe alat mulut dan
jenis makanan yang sama, bentuk nimfa menyerupai induknya hanyaukurannya lebih
kecil, belum bersayap, dan belum memiliki alat kelamin. Seranggapradewasa
mengalami beberapa kali pergantian kulit, diikuti pertumbuhan tubuh dansayap
secara bertahap (hidayat, 2007).
1.2.
Tujuan
Tujuan
praaktikum kali ini adalah untuk mengetahui perbedaan lebih jelas antara
serangga parasit dengan predator (dalam hal habitat, jumlah inang/mangsa,
keaktifan dan ukuran tubuh) sehingga memudahkan identifikasi.
II. BAHAN DAN METODE
2.1.
Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum ke III (Mengenal Ordo
Serangga Parasit dan Predator) dilaksanakan pada hari Jum’at 24 April 2012 jam
13.00-14.40 WIB. dilaksanakan di Laboratorium Budidaya pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Palangka Raya.
2.2.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah spesimen serangga predator
dengan mansangnya dan spesimen seranga parasite dan inangnya, serangga predator
ordo odonata capung jarum (Agriocnemis
piqmea R.), ordo heminoptera parasite pinggang ramping (Xanthompilla Sp.), ordo ortoptera
belalang sembah (Hymenopus caranus),
ordo coleopteran kumbang lembung (Monocilus
sexmacalutus), ordo diptera lalat buas (Lepitogaster).
Sedangkan alat yang digunakan adalah
kaca pembesar, alat gambar, dan alat tulis.
2.3.
Cara Kerja
Cara kerja dari praktikum ini adalah membuat hasil pengamatan dalam
bentuk gambar, yaitu :
a.
Menggambar Bentuk serangga secara utuh.
b.
Masing-masing bagian (sayap depan dan belakang, kepala
(caput), dada (thorax), perut (abdomen), dan kaki).
c.
Mencatat
klasifikasi serangga (nama serangga, ordo, tipe perkembangan, tipe alat mulut,
golongan serangga, mangsa) kedalam bentuk tabel.
III.
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.
Tabel Hasil Pengamatan
Tabel
1. Hasil Pengamatan Mengenal Ordo Serangga Parasit dan Predator.
No
|
Nama Serangga
|
Ordo Serangga
|
Tipe Perkembangan
|
Tipe Mulut
|
Golongan Serangga
|
Mansa
|
1.
|
Capung Jarum
(Agriocnemis
piqmea R.)
|
Odonata
|
Paurometabola
|
Menggigit dan Mengunyah
|
Predator
|
Kutu Daun Kelapa
|
2.
|
Parasite Pinggang Ramping (Xanthompilla Sp.)
|
Heminoptera
|
Paurometabola
|
Menggigit dan Mengunyah
|
Parasit
|
Larva Dari Ngengat
|
3.
|
Belalang Sembah (Hymenopus Caranus)
|
Orthoptera
|
Paurometabola
|
Menggigit Mengunyah
|
Predator
|
Walangsangit
|
4.
|
Kumbang Lembung (Monocilus Sexmacalutus)
|
Coleoptera
|
Holometabola
|
Menggigit Mengunyah
|
Predator
|
Kutu Loncat
|
5.
|
Lalat Buas (Lepitogaster)
|
Diptera
|
Holometabola
|
Menjilat Menggigit Mengunyah
|
Predator
|
Larva Kumbang penggerak batang diatas permukaan
tanah mis. jangkrik
|
3.2. Pembahasan
3.2.1. Capung Jarum (Agriocnemis piqmea R.),
Gambar
1. Capung jarum
Sumber : (Hendra, 2011)
|
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom :
Animalia
Phyllum :
Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo :
Odonata
Famili :
Coenayrionidae
Genus : Agriocermis
Spesies : Agriocermis fygmae
Penggolongan
capung jarum meliputi anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa
jenis serangga kecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng,
kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi (Kunte, 2008). Serangga ini
berkembang dengan menggunkan tipe paurometabola dengan tipe alat mulut
menggigit dan mengunyah, serangga ini digolongkan kedalam jenis serangga
predator yang mana mangsanya kutu daun kelapa
3.2.2. Parasite Pinggang Ramping (Xanthompilla Sp.)
Gambar
2. Parasit Pinggang Ramping
Sumber : (Klana, 20110)
|
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Phyllum :
Arthropoda
Subphylum : Mandibulata
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Braconidae
Genus : Xantopinepla
Spesies : Xantopinepla Sp
Pebggolongan serangga
ini Anggotanya yaiyu famili Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae,
Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman,
kelompok terbesar parasitoid, yaitu bangsa Hymenoptera merupakan kelompok yang
sangat penting. Dua suku utama dari supersuku Ichneumonoidea, yaitu Braconidae
dan Ichneumonidae, sangat penting dalam pengendalian alami dan hayati. Dari
supersuku Chalcidoidea yang dianggap sebagai kelompok parasitoid paling penting
dalam pengendalian alami dan hayati adalah Mymaridae, Trichogrammatidae,
Eulophidae, Pteromalidae, Encyrtidae, dan Aphelinidae. Kebanyakan dari
anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan
sebagian yang lain sebagai penyerbuk. Ordo hemiptera jenis serangga ini parasit
pinggang ramping dengan perkembangan paurometabola, sesuai dengan hasil
pengamatn denga menggunkan mata telanjang dan alat bantu kaca pembesar tipe
alat mulut parasite pinggang ramping menggigit dan mengunyah, serangga ini
tarmasuk kedalam serangga parasite yang mangsanya adalah larva dari ngengat.
Siklus hidupnya arasit
pinggang ramping meletakkan sebutir telur dalam setiap lubang atau sel di
sarang itu dan kemudian menetas menjadi larva yang diberi makan oleh kaum
pekerja di dalam sarang. Telur menetas dan tawon pekerja membawa potongan tubuh
ulat atau serangga lain untuk makanan larva. Madu juga dibawa untuk makanan
larva. Setelah keluar dari kepompong, tabuhan ini muncul sebagai tawon pekerja
yang baru. Ia meneruskan hidupnya sebagai pekerja dewasa, dan ikut mencari
makanan untuk sarang.
3.2.3. Belalang Sembah (Hymenopus caranus)
Gambar
3. Belalang Sembah
Sumber : (Bagus, 2010)
|
Klasifikasi
Predator Belalang Sembah:
Pylum : Arthopoda
Sub
Filum :
Mandibulata
Klas
:
Insect
Sub
Klas :
Pterygota
Ordo
:
Ortytoptera
Family
: Mantidae
Genus
: Hierodula
Spesies : Hierodula vitrea
Penggolongan seranggga ini yaitu metamorfose sederhana
(paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa
—> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk
dan ukuran sayap dan juga pada ukuran tubuhnya. Ordo orthoptera dengan jenis
serangga belalang sembah, serangga ini berkembang dengan cara paurometabola
dengan tie alat mulut menggigit mengunyah, serangga ini juga termasuk kedalam
jenis serangga predator yang mana mangsanya dari serangga ini yaitu walang
sangit.
Pada siklus hidupnya telur diletakkan pada tanaman dalam
semacam “bungkus” khusus. Bungkus dikeluarkan dari ekor betina dalam bentuk
campuran telur dan cairan khusus yang kemudian menjadi kering dan keras. Telur
dilindungi dalam bungkus itu hingga menetas. Masing-masing bungkus dapat berisi
200 telur. Nimfa keluar dari bungkus telur secara berurutan dari lubang yang
sama. Nimfa kelihatan seperti dewasa kecuali ukurannya lebih kecil dan sayap
belum sempurna. Nimfa berganti kulit beberapa kali. Pada waktu kawin, biasanya
betina dewasa memakan jantan mulai dari kepalanya. Kemudian, betina
mengeluarkan bungkus” telur.
3.2.4. Kumbang Lembung (Monocilus sexmacalutus)
Gambar 4. Kumbang Lembing
Sumber : (Asep, 2011)
|
Klasifikasi
Ilmiah
Kingdom : Animalia
Phyllum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Famili : Cocultopdoe
Genus : Monochillus
Spesies : Monochillus scymoculatus
Penggolongan serangga ini yaitu
Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang
bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Sayap terdiri dari
dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap
dan disebut elytra. Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua
(terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan
jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan. Metamorfose bertipe
sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva
—> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal
(tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong
tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.
Sesusai dengan hasil pengamatan
seranga dengan tipe ordo coleopteran yakni kumbang lembing, serangga ini berkembang
dengan cara holometabola dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah, serangga
ini juga sering disebut sebagai serangga predator, mangsa dari serangga ini
yaitu kutu loncat.
Siklus hidup serangga ini yaitu
setelah keluar dari telur, larva sangat aktif, mencari mangsa seperti ulat dan
serangga lain pada tanah dan tanaman. Larva biasanya berwarna hitam atau
coklat. Tubuh larva panjang, dengan sekitar 12 ruas yang mudah dilihat. Larva
menjadi kepompong, dan kumbang dewasa yang keluar dapat hidup lebih dari
setahun.
3.2.5. Lalat Buas (Lepitogaster)
man
Gambar 5. Lalat Buas
Sumber : (Norman, 2007)
|
Klasifikasi
Ilmiah
Kingdom : Animalia
Phyllum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Asilidae
Genus : Laptogaster
Spesies : Laptogaster Sp
Penggolongan
lalat buas yaitu anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan
tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya
memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi
alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter . Pada kepalanya juga
dijumpai adanya antene dan mata facet. Ordo Diptera yakni serangga lalat buas
berkembang dengan cara holometabola dengan tie alat mulut menjilat, menggigit
dan mengunyah, serangga ini masuk dalam golongan serangga predator yang mana
mangsanya larva kumbang penggerak batang diantara permukaan tanah misalnya
jangkrik dll.
Siklus hidup dari serangga ini yakni Lalat dewasa
meletakkan telur di dalam kolam air atau kayu lapuk. Larva dapat hidup di air,
kayu lapuk, batang rumput-rumputan, di bawah kayu dan juga ada yang bersifat
parasit. Setelah larva berganti kulit beberapa kali, dia menjadi kepompong.
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil praktikum
perbedaan serangga predator dan serangga parasit yaitu berada pada strategi
penanganan hama itu sendiri, untuk serangga predator ham yang diserang disebut
dengan mangsa karena serangga ini secara langsung menyerang, membunuh dan
memakan serangga hama dan ukuran serangga predator ini biasanya lebih besar
dari pada hama yang dimangsanya. Sedangkan untuk serangga parasit serangga hama
yang diserangnya disebut dengan inang karena sifat serangga ini adalah
memparasiti hama serangga yang dapat menyebabkan sakit hingga kematian pada
serangga hama dan ukurannya biasanya lebih kecil dari pada inangnya.
4.2. Saran
Saran
yang dapat disampaikan pada praktikum mengenal ordo serangga parasite dan
predator yaitu memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai ordo serangga
parasite dan predator dan juga bagaimana cara penanggulangan tersebut agar
mahasiswa mampu membantu petani dalam menghadapi masalah serangga hama yang
kadang kala masalah ini menjadi problem utama petani bahkan kerab petani
menjadi gagal panen akibat serangannya..


09.43
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar