Minggu, 08 Juni 2014

laporan Ordo serangga predator dan parasit



I.  PENDAHULUAN
1.1.  Dasar Teori
Deskripsi serangga predator secara umum, predator/pemangsa didefinisikan sebagai makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lainnya. Pemangsaan merupakan suatu cara hidup yang sumber makanannya diperoleh dengan menangkap, membunuh, dan memakan hewan lain. Contoh serangga predator adalah kumbang ladybird, lalat perompak, dan larva syrphidae.(adimaryanto, 2011). Deskripsi Serangga Parasit Pengertian parasit adalah binatang pada umumnya serangga yang hidupnya di dalam atau menumpang pada binatang atau serangga lain dan menjadikan binatang yang ditumpanginya sebagai sumber kehidupannya. (Manrampasi, 2007).
Golongan Serangga Predator Pemangsa dari kelompok arthropoda terdiri atas sejumlah besar jenis serangga, ditambah dengan laba-laba dan tungau pemangsa. Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 200.000 jenis pemangsa arthropoda, termasuk berbagai jenis laba-laba dan tungau pemangsa. Beberapa bangsa serangga yang penting sebagai pemangsa dalam pengendalian alami dan hayati, antara lain adalah Coleoptera, Hemiptera, Neuroptera, dan Diptera.Kelompok pemangsa penting yang bukan serangga adalah laba-laba dan tungaupemangsa. Contoh dari golongan serangga predator yaitu Ordo Orthoptera (bangsa belalang), Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding, Ordo Coleoptera (bangsa kumbang), Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk), Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat), Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng). Golongan serangga parasit ada tiga bentuk partenogenesis yang dijumpai pada parasitoid, yaitu thelyotoky (semua keturunannya betina diploid tanpa induk jantan), deuterotoky (keturunannya sebagian besar betina diploid yang tidak mempunyai induk jantan dan jarang ditemukan jantan haploid), dan arrhenotoky (keturunan jantan haploid tidak mempunyai induk jantan, dan keturunan betinanya berasal dari induk betina dan jantan (diploid). Sebagian besar parasitoid ditemukan di dalam dua kelompok utama bangsa serangga, yaitu Hymenoptera (lebah, tawon, semut, dan lalat gergaji) danbangsa Diptera (lalat beserta kerabatnya) (Basukriadi, 2011).
Siklus hidup serangga predator serangga berkembang dari telur yang terbentuk di dalam ovarium serangga betina. Kemampuan reproduksi serangga dalam keadaan normal pada mumnya sangat besar. Masa perkembangan serangga di dalam telur dinamakan perkembangan embrionik, dan setelah serangga keluar (manetas) dari telur dinamakan perkembangan pasca embrionik.. Rata-rata dari serangga predator memiliki perkembangan Metamorfosis tidak sempurna dan metamorfosis sempurna, metemorfosis tidak sempurna (Hemimetabola) hemimetabola memiliki cara hidup yang hampir sama dengan paurometabola, hanya habitat dari serangga pradewasanya berbeda dengan imagonya. Stadia dalam perkembangan hidupnya terdiri dari telur,naiad, dan imago. Metamorfosis Sempurna (Holometabola) : pada tipe ini seranggamemiliki empat stadia selama siklus hidupnya, yaitu telur, larva (ulat), pupa(kepompong), dan imago. Daur hidup serangga parasite siklus hidupnya berada di dalam atau menempel pada inang. Umumnya parsitmerusak tubuh inang selama peerkembangannya. Beberapa jenis parasit dari anggota tumbuhan (hymenoptera), meletakkan telurnya didalam tubuh inang dan setelahdewasa serangga ini akan meninggalkan inang dan mencari inang baru untuk meletakkan telurnya untuk serangga parasit tipe perkembangannya adalah metamorfosis bertahap (paurometabola) : serangga yang mengalami perubahan bentuk secara paurometabolaselama siklus hidupnya mengalami tiga stadia pertumbuhan, yaitu stadia telur, nimfadan imago. Serangga pradewasa disebut nimfa. Nimfa dan imago memiliki tipe alat mulut dan jenis makanan yang sama, bentuk nimfa menyerupai induknya hanyaukurannya lebih kecil, belum bersayap, dan belum memiliki alat kelamin. Seranggapradewasa mengalami beberapa kali pergantian kulit, diikuti pertumbuhan tubuh dansayap secara bertahap (hidayat, 2007).

1.2.  Tujuan
            Tujuan praaktikum kali ini adalah untuk mengetahui perbedaan lebih jelas antara serangga parasit dengan predator (dalam hal habitat, jumlah inang/mangsa, keaktifan dan ukuran tubuh) sehingga memudahkan identifikasi.


II.  BAHAN DAN METODE
2.1.  Waktu dan Tempat
  Kegiatan praktikum ke III (Mengenal Ordo Serangga Parasit dan Predator) dilaksanakan pada hari Jum’at 24 April 2012 jam 13.00-14.40 WIB. dilaksanakan di Laboratorium Budidaya pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.
2.2.  Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah spesimen serangga predator dengan mansangnya dan spesimen seranga parasite dan inangnya, serangga predator ordo odonata capung jarum (Agriocnemis piqmea R.), ordo heminoptera parasite pinggang ramping (Xanthompilla Sp.), ordo ortoptera belalang sembah (Hymenopus caranus), ordo coleopteran kumbang lembung (Monocilus sexmacalutus), ordo diptera lalat buas (Lepitogaster).  Sedangkan alat yang digunakan adalah kaca pembesar, alat gambar, dan alat tulis.
2.3.  Cara Kerja
Cara kerja dari praktikum ini adalah membuat hasil pengamatan dalam bentuk gambar, yaitu :
a.         Menggambar Bentuk serangga secara utuh.
b.        Masing-masing bagian (sayap depan dan belakang, kepala (caput), dada (thorax), perut (abdomen), dan kaki).
c.         Mencatat klasifikasi serangga (nama serangga, ordo, tipe perkembangan, tipe alat mulut, golongan serangga, mangsa) kedalam bentuk tabel.
III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.  Tabel Hasil Pengamatan
            Tabel 1. Hasil Pengamatan Mengenal Ordo Serangga Parasit dan Predator.
No
Nama Serangga
Ordo Serangga
Tipe Perkembangan
Tipe Mulut
Golongan Serangga
Mansa
1.
Capung Jarum
(Agriocnemis piqmea R.)
Odonata
Paurometabola

Menggigit dan Mengunyah
Predator
Kutu Daun Kelapa
2.
Parasite Pinggang Ramping (Xanthompilla Sp.)
Heminoptera
Paurometabola

Menggigit dan Mengunyah
Parasit
Larva Dari Ngengat
3.
Belalang Sembah (Hymenopus Caranus)
Orthoptera
Paurometabola
Menggigit Mengunyah
Predator
Walangsangit
4.
Kumbang Lembung (Monocilus Sexmacalutus)
Coleoptera
Holometabola
Menggigit Mengunyah
Predator
Kutu Loncat
5.
Lalat Buas (Lepitogaster)
Diptera
Holometabola
Menjilat Menggigit Mengunyah
Predator
Larva Kumbang penggerak batang diatas permukaan tanah mis. jangkrik
                 
3.2.  Pembahasan
3.2.1.  Capung Jarum (Agriocnemis piqmea R.),


Gambar 1. Capung jarum
Sumber    : (Hendra, 2011)
 


Klasifikasi Ilmiah
Kingdom         :     Animalia
Phyllum           :     Arthropoda
Kelas               :     Insecta
Ordo                :     Odonata
Famili              :     Coenayrionidae
Genus              :     Agriocermis
Spesies            :     Agriocermis fygmae
            Penggolongan capung jarum meliputi anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga kecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi (Kunte, 2008). Serangga ini berkembang dengan menggunkan tipe paurometabola dengan tipe alat mulut menggigit dan mengunyah, serangga ini digolongkan kedalam jenis serangga predator yang mana mangsanya kutu daun kelapa
3.2.2.  Parasite Pinggang Ramping (Xanthompilla Sp.)
Gambar 2. Parasit Pinggang Ramping
Sumber    : (Klana, 20110)
 




Klasifikasi Ilmiah
Kingdom         :    Animalia
Phyllum           :    Arthropoda
Subphylum      :    Mandibulata
Kelas               :    Insecta
Ordo                :    Hymenoptera
Famili              :    Braconidae
Genus              :    Xantopinepla
Spesies            :    Xantopinepla Sp   
Pebggolongan serangga ini Anggotanya yaiyu famili Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae, Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman, kelompok terbesar parasitoid, yaitu bangsa Hymenoptera merupakan kelompok yang sangat penting. Dua suku utama dari supersuku Ichneumonoidea, yaitu Braconidae dan Ichneumonidae, sangat penting dalam pengendalian alami dan hayati. Dari supersuku Chalcidoidea yang dianggap sebagai kelompok parasitoid paling penting dalam pengendalian alami dan hayati adalah Mymaridae, Trichogrammatidae, Eulophidae, Pteromalidae, Encyrtidae, dan Aphelinidae. Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk. Ordo hemiptera jenis serangga ini parasit pinggang ramping dengan perkembangan paurometabola, sesuai dengan hasil pengamatn denga menggunkan mata telanjang dan alat bantu kaca pembesar tipe alat mulut parasite pinggang ramping menggigit dan mengunyah, serangga ini tarmasuk kedalam serangga parasite yang mangsanya adalah larva dari ngengat.
Siklus hidupnya arasit pinggang ramping meletakkan sebutir telur dalam setiap lubang atau sel di sarang itu dan kemudian menetas menjadi larva yang diberi makan oleh kaum pekerja di dalam sarang. Telur menetas dan tawon pekerja membawa potongan tubuh ulat atau serangga lain untuk makanan larva. Madu juga dibawa untuk makanan larva. Setelah keluar dari kepompong, tabuhan ini muncul sebagai tawon pekerja yang baru. Ia meneruskan hidupnya sebagai pekerja dewasa, dan ikut mencari makanan untuk sarang.
3.2.3.  Belalang Sembah (Hymenopus caranus)



Gambar 3. Belalang Sembah
Sumber    : (Bagus, 2010)
 


Klasifikasi Predator Belalang Sembah:
Pylum              :    Arthopoda
Sub Filum        :    Mandibulata
Klas                 :    Insect
Sub Klas          :    Pterygota
Ordo                :    Ortytoptera
Family             :    Mantidae
Genus              :    Hierodula
Spesies            :    Hierodula vitrea
Penggolongan seranggga ini yaitu metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa —> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap dan juga pada ukuran tubuhnya. Ordo orthoptera dengan jenis serangga belalang sembah, serangga ini berkembang dengan cara paurometabola dengan tie alat mulut menggigit mengunyah, serangga ini juga termasuk kedalam jenis serangga predator yang mana mangsanya dari serangga ini yaitu walang sangit.
Pada siklus hidupnya telur diletakkan pada tanaman dalam semacam “bungkus” khusus. Bungkus dikeluarkan dari ekor betina dalam bentuk campuran telur dan cairan khusus yang kemudian menjadi kering dan keras. Telur dilindungi dalam bungkus itu hingga menetas. Masing-masing bungkus dapat berisi 200 telur. Nimfa keluar dari bungkus telur secara berurutan dari lubang yang sama. Nimfa kelihatan seperti dewasa kecuali ukurannya lebih kecil dan sayap belum sempurna. Nimfa berganti kulit beberapa kali. Pada waktu kawin, biasanya betina dewasa memakan jantan mulai dari kepalanya. Kemudian, betina mengeluarkan bungkus” telur.

 3.2.4.  Kumbang Lembung (Monocilus sexmacalutus)



Gambar 4. Kumbang Lembing
Sumber    : (Asep, 2011)

 


Klasifikasi Ilmiah
Kingdom         :     Animalia
Phyllum           :     Arthropoda
Kelas               :     Insecta
Ordo                :     Coleoptera
Famili              :     Cocultopdoe
Genus              :     Monochillus
Spesies            :     Monochillus scymoculatus
            Penggolongan serangga ini yaitu Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain. Sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra. Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan. Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.
            Sesusai dengan hasil pengamatan seranga dengan tipe ordo coleopteran yakni kumbang lembing, serangga ini berkembang dengan cara holometabola dengan tipe alat mulut menggigit mengunyah, serangga ini juga sering disebut sebagai serangga predator, mangsa dari serangga ini yaitu kutu loncat.
            Siklus hidup serangga ini yaitu setelah keluar dari telur, larva sangat aktif, mencari mangsa seperti ulat dan serangga lain pada tanah dan tanaman. Larva biasanya berwarna hitam atau coklat. Tubuh larva panjang, dengan sekitar 12 ruas yang mudah dilihat. Larva menjadi kepompong, dan kumbang dewasa yang keluar dapat hidup lebih dari setahun.
3.2.5.  Lalat Buas (Lepitogaster)


           

man Gambar 5. Lalat Buas
Sumber    : (Norman, 2007)
 


Klasifikasi Ilmiah
Kingdom         :     Animalia
Phyllum           :     Arthropoda
Kelas               :     Insecta
Ordo                :     Diptera
Famili              :     Asilidae
Genus              :     Laptogaster
Spesies            :     Laptogaster Sp     
Penggolongan lalat buas yaitu anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter . Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet. Ordo Diptera yakni serangga lalat buas berkembang dengan cara holometabola dengan tie alat mulut menjilat, menggigit dan mengunyah, serangga ini masuk dalam golongan serangga predator yang mana mangsanya larva kumbang penggerak batang diantara permukaan tanah misalnya jangkrik dll.
Siklus hidup dari serangga ini yakni Lalat dewasa meletakkan telur di dalam kolam air atau kayu lapuk. Larva dapat hidup di air, kayu lapuk, batang rumput-rumputan, di bawah kayu dan juga ada yang bersifat parasit. Setelah larva berganti kulit beberapa kali, dia menjadi kepompong.





IV.  PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil praktikum perbedaan serangga predator dan serangga parasit yaitu berada pada strategi penanganan hama itu sendiri, untuk serangga predator ham yang diserang disebut dengan mangsa karena serangga ini secara langsung menyerang, membunuh dan memakan serangga hama dan ukuran serangga predator ini biasanya lebih besar dari pada hama yang dimangsanya. Sedangkan untuk serangga parasit serangga hama yang diserangnya disebut dengan inang karena sifat serangga ini adalah memparasiti hama serangga yang dapat menyebabkan sakit hingga kematian pada serangga hama dan ukurannya biasanya lebih kecil dari pada inangnya.
4.2. Saran
            Saran yang dapat disampaikan pada praktikum mengenal ordo serangga parasite dan predator yaitu memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai ordo serangga parasite dan predator dan juga bagaimana cara penanggulangan tersebut agar mahasiswa mampu membantu petani dalam menghadapi masalah serangga hama yang kadang kala masalah ini menjadi problem utama petani bahkan kerab petani menjadi gagal panen akibat serangannya..

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews