Minggu, 08 Juni 2014

laporan Pestisida dan Funsinya



I.  PENDAHULUAN
1.1.  Dasar Teori
Pembasmi hama atau pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida merupakan bahan yang telah banyak memberikan manfaat untuk keberlangsungan dunia produksi pertanian. Banyaknya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dapat menurunkan hasil panen, dapat diminimalisir dengan pestisida. Sehingga kehilangan hasil akibat OPT tidak terlalu besar. Selain bidang pertanian, pestisida juga memberikan banyak manfaat untuk membantu masalah yang timbul akibat adanya organisme pengganggu di tingkat rumah tangga. Seperti pembasmian nyamuk misalnya, dengan adanya pestisida maka proses pembasmian nyamuk akan menjadi lebih cepat dan efisien. Bahkan masih banyak lagi peranan pestisida bagi kehidupan manusia di berbagai bidang (Wikipedia. 2013).
Penggolongan pestisida menurut cara masuknya ke tubuh hama dapat terbagi menjadi a). Racun perut pestisida memasuki tubuh hama melalui saluran pencernaan (perut). b). Racun kontak pestisida memasuki tubuh serangga bila serangga mengadakan kontak dengan insektisida atau serangga berjalan diatas permukaan yang telah disemprot pestisida. c). Fumigan merupakan insektisida yang mudah menguap menjadi gas dan masuk ke dalam tubuh serangga melalui sistem pernafasan atau sistem trakea yang kemudian diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Menurut sifat kimianya Insektisida dapat kita bagi menurut sifat dasar senyawa kimianya yaitu dalam Insektisida Anorganik yang tidak mengandung unsur karbon dan Insektisida Organik yang mengandung unsur karbon (Ardiant, 2008).
Formulasi pestisida bahan aktif insektisida merupakan bahan penyusun terpenting, suatu formulasi pestisida untuk dipasarkan tidak diproduksikan oleh pabrik dalam bentuk murni. Bahan aktif murni hanya dibuat khusus untuk keperluan penelitian atau pengawasan mutu formulasi insektisida. Pada tingkat permulaan produksi insektisida lebih dahulu dibuat apa yang disebut bahan aktif teknis. Bahan ini merupakan campuran bahan aktif murni dan bahan antara lainnya. Agar bahan aktif teknis tersebut dapat lebih efektif dan efisien dalam mengendalikan hama sasaran yang tempat hidup dan cara hidupnya bervariasi sebelum dipasarkan, bahan teknis tersebut lebih dahulu dicampur dengan bahan penguat (sinergis) dan bahan pembantu (ajuvan). Bahan-bahan tambahan yang tidak bersifat insektisidal tersebut secara umum sering disebut inert ingredient. Pemberian bahan-bahan pembantu dapat meningkatkan adhesi atau pelekatan, pencampuran, tekanan permukaan, persistensi di lingkungan dan sebagai pembawa insektisida. Secara umum ada banyak sekali jenis formulasi pestisida telah dikembangkan untuk kepentingan pemakai dan telah tersedia di pasar Emulsifiable Concentrate (EC), Wettable Powders (WP), Flowable Powder, Soluble Powder, Solution Dust (D), Granules (G), Aerosol Poisonous, Baits (B), Slow Release, Formulations (SR) (Ardiant, 2008).
Cara aplikasi/ penyemprotan Pestisida yang baik dan benar pada tanaman tepat waktu, tepat dosis, tepat pestisidat, tepat aplikasi, tepat cara. Tepat waktu adalah jangan menyemprot terlalu pagi di karnakan masih banyak embun di khawatirkan banyak pestisida yang ikut terjatuh bersamaan jatuhnya embun tersebut. tepat dosis adalah gunakan Dosis sesuai anjuran perusahaan pestisida yang tertera pada label pestisida, hitung lah terlebih dahulu dosis anjuran yang tertera pada label, misal dosis pestisida X untuk tanaman padi itu 200 ml perHektar sedangkan lahan yang kita punya cuma 3000m persegi berarti cara menghitungnya adalah 3000m/10000m di kali 200ml = 60ml. 10000 adalah luasan Hektar, jadi dalam luasan 3000m itu cukup 60ml saja, atau bisa juga dengan menghitung melihat anjuran yang tertera pada label pestisida tersebut misalkan pada label itu untuk tanaman padi : 1-2 ml/L berarti kita tinggal kalikan saja dengan volume Tangki semprot yang akan kita pakai, misal tangki yang kita pakai itu ukuran 14 L berarti kita kalikan 14 dan bila dosis yang kita pakai 2 ml/L berarti dosis untuk tangki ukuran 14 Liter adalah 2x14=28 ml untuk satu Tangki. Tepat pestisidat adalah misalkan tanaman padi kita itu kena hama Sundep maka pestisida yang harus kita semprotkan adalah insektisida yang bisa menanggulangi sundep tersebut jangan sekali di semprot dengan Herbisida atau fungisida atau moluskisida karena kalau di semprot dengan selain insektisida yang bisa menanggulangi hama sundep tersebut maka jangan harap tanaman padi kita itu membaik yang ada malah semakin parah akibatnya kita menyalahkan pestisida tersebut padahal bukan salah pestisidanya tapi salah kitanya yang tidak mengerti kegunaan dari pestisida itu sndiri. Tepat aplikasi adalah tepat dalam pengaplikasian pestisida maksudnya jangan mengaplikasikan pestisida setelah atau sesudah parah terjadi serangan hama penyakit melainkan aplikasikan atau semprotkan lah sebelum terjadinya serangan hama penyakit ya paling tidak baru cuma ada gejala lah kita aplikasikan atau kita semprot, karena kalau sudah terjadi serangan hama penyakit  itu hanya untuk meminimalisir saja  tidak untuk memusnahkan atau melenyapkan seluruhnya jadi kalau mengaplikasikan pas sudah terjadi serangan hama penyakit itu menurut saya tidak maksimal atau kurang memuaskan. Tepat cara adalah cara meyemprot pestisida yang baik dan benar adalah pertama kita persiapkan tangkinya yang kedua kita perhatikan sprayernya karena sprayer itu sendiri banyak macamnya ada yang sprayer lubang empat ada yang sprayer lubang 2 dan ada juga sprayer lubang satu, dan fungsinya juga beda-beda antara sprayer lubang satu lubang dua dan sprayer lubang empat. kalau sprayer lubang empat khusus untuk nyemprot Herbisida kalau lubang dua untuk tanaman sayur-sayuran (Ardiant, 2008).

1.2.  Tujuan
a.         Agar mahasiswa mengetahui dan dapat membedakan formulasi pestisida.
b.        Agar mahasisiwa dapat mengetahui dan menentukan formulasi pestisida yang lebih aman untuk diaplikasikan serta mengetahui kelemahan-kelemahan dalam aplikasinya.


II.  BAHAN DAN METODE
2.1.    Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum Acara V (Mengenal Pestisida dan Aplikasinya) dilakukan dengan mengamati jenis-jenis pestisida yang telah disediakan  dan pengamatan dilaksanakan di Laboratorium Budidaya pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya. Kegiatan dilaksanakan pada hari senin 02 Mei 2014 jam 13.00-14.40 WIB.
3.2.    Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah beberapa jenis pestisida yang digunakan untuk pengamatan. Sedangkan alat yang digunakan berupa alat tulis untuk membuat laporan sementara dan kamera untuk mengambil gambar jenis pestisida yang diamati.
3.3.    Cara Kerja
Adapun cara kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut 
a.         Menyiapkan bahan-bahan yang digunakan berupa beberapajenis pestisida dengan berbagai jenis formulasinya.
b.        Megidentifikasi satu persatu dari jenis pestisida yang telah digunakan itu dengan melihat nama dagang, formulasi, jenis bahan aktif, sasarannya, dan cara pengaplikasiannya.
c.         Mengcatat hasil pengamatan tersebut dan mengabil gambar jenis-jenis pestisida yang diamati
d.        Membuat lapora sementara tentang pestisida dan cara pengaplikasiannya berupa table hasil pengamatan pestisida.
III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.  Tabel Hasil Pengamatan
            Tabel 1. Hasil Pengamatan Mengenal Pestisida dan Aplikasinya.
No
Golongan
Nama Dagang
Nama Umum
Formulasi
OPT Sasaran
Teknik Aplikasi
1.
Fungisida
Dithane
Menkozeb 430 g/l
430 F
-   Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytoptera palmi vora)
-   Penyakit Busuk Daun ( Phytoptera infestans)

Penyemprotan
2.
Insektisida
DARMABAS 500 EC
BPMC 500 g/l
500 EC
-    Wereng, walang sangit, Ulat grayah, penggerak batang
Penyemprotan
3.
Insektisida
Indovin 85 SP
Karboril 85%
85 SP (Serbuk)
-    Ulat grayak (Spodoptera litura
Penyemprotan
4.
Insektisida
Petrogenol 800 L
Metil evgen 800 g/l
800 L (Cair)
-    Lalat buah manga (dacus Sp)
Sebagai perangkap (diteteskan)
5.
Nematisida, Insektisida, dan Fungisida
Basamid
Dazomed 98%
98 (butiran)
-    Ulat Tanah
Larva Kumbang penggerak batang diatas permukaan tanah mis. jangkrik
6.
Insektisida
Bancol
Bensultap 50%
50 WP (Serbuk)
-    Plutella xylostella
-    Thrips
-    Kutu daun
-    Penggerak batang
-    Wereng coklat
-    Lalat daun
Penyemprotan
7.
Fungisida
Daconil 75 WP
Klorotaconil 75%
75 WP (Serbuk)
-    Embun bulu (Pyasnospora destruktur)
-    Bercak Ungu (Altenara porn)
-    Bercak daun (Cercaspora capcisi)
-    Antracnos (Colletotriechulu glesporoides)
Ditabur
8
Insektisida
Dursban
Klorpirifos
20 EC
-    Ulat grayak (Spodoptera exigua
-    Kutu daun (Myzuz persicae)
-    Plutella xylostella
-    Belalang (Locusta migratoria)
Penyemprotan
9.
Rodentisida
Rackus (racun tikus)
Mesophide
80 P
-    Tikus
Penyebaran
10.
Bakterisida
Agrept
Streptomisin sulfat 20%
20 WP
-    Bakteri
-    Layu
-    Psedomonos solanacearum
Penyemprotan
11.
Fungisida
Ridomil
Metalaksil 35%
35 SD
-    Penyakit bulai (sclerospora maydis)
Penyemprotan
12.
Fungisida
Antracol
Propineb 70,5%
70 WP
-    Alternaria alii
-    Oidium tingtanium
-    Cercospora arachidicola
-    C.personata
-    Phytopthora infestans,
-    Rhizoctonia solani
-    Phytophthora palmivora var Piperis
-    Alternaria brassicae
-    Phytophtora
-    Parasifica
-    Exobasidium vexans
-    Phythium Spp.
-    Rhizoctonia solani
Penyemprotan
                 



3.2.  Pembahasan
3.2.1.  Pestisida Dithane 430 F
Gambar 1. Pestisida Dithane 430 F
 






Pestisida ini memiliki nama dagang Dithane 430 F. Pestisida ini termasuk kedalam golongan Fungisida dengan nama umum bahan aktif yaitu Mankonzen 430 gram. Jenis formulasinya adalah Fumigant (F), dengan OPT sasaran beberapa jenis jamur/ cendawan, penyakit busuk buah kakao dan penyakit busuk daun.. Untuk cara cara aplikasi pestisida jenis ini, dithane diaplikasikan dengan cara disemprotkan dengan menggunakan spraying pada tanaman.
3.2.2.  Pestisida Dharmabas 500 EC




Gambur 2. Pestisida Dharmabas 500 EC
           

Pestisida ini memiliki nama dagang  Dharmabas 500 EC. Pestisida Dharmabas ini termasuk kedalam golongan Insektisida, dengan nama umum bahan aktif yaitu BPMC 500 g/l. Dharmabas jenis formulasinya adalah 500 EC, sasaran pestisida ini yaitu wereng, walang sangit, ulat grayak, dan ppenggerak batang sedangkan cara aplikasinya dari pestisida ini yaitu dengan cara penyemprotan sasaran dengan menggunakan spraying langsung pada tanaman yang terserang.



3.2.3.  Pestisida Indovin 85 SP.




Gambur 3. Pestisida Indovin 85 SP
           

Pestisida ini memiliki nama dagang Indovin 85 SP. Pestisida Indovin termasuk kedalam golongan Insektisida dengan nama umum karboril 85 % dengan formulasi 85 SP jenis ini dapat diketahui berbentuk serbuk. OPT sasaran pestisida Indovini ini yaitu ulat grayak, Spodoptera litura, dengan teknik pengaplikasian dengan cara penyemprotan menggunakan spraying.
3.2.4.  Pestisida Petrogenol 800 L



Gambur 4. Pestisida Petrogenol 800 L

 
           
Pestisida ini termasuk kedalam golongan insektisida dengan nama dagang Petrogenol 800 L dan nama umum Metil Evgenol 800 g/l dengan formulasi 800 L, pestisida ini berbentuk cair. OPT sasaran pestisida petrogenol yaitu lalat buah manga (Daucus Sp) dan lalat buah cabai (Daucus Ferrugineus). Teknik pengaplikasian diteteskan.
Gambur 5. Pestisida Basamid G

3.2.5. Pestisida Basamid G




           
Pestisida ini memiliki nama dagang Basamid G. Pestisida Basamid 6 termasuk kedalam golongan Nematisida, Insektisida, dan Fugisida dengan nama umum Dazomed 98 % dan formulasinya itu sendiri yaiatu G. 98 berbentuk butiran.OPT sasaran pada ulat tanah (Agrotis Sp), Nematoda (Pratylencus Sp) dengan cara pengaplikasian ditaburkan.
3.2.6.  Pestisida Bancol




Gambur 6. Pestisida Bancol

           

Pestisida bancol memiliki nama umum bensultap 50 % dan termasuk kedalam golongan insektisida. Formulasi pestisida ini 500 WP berbentuk tepung dengan sasaran OPT pada Plutella xylostella, thrips, kutu daun, penggerak batang, wereng coklat, dan lalat daun dengan teknik pengaplikasian penyemprotan menggunkan spraying.
3.2.7.  Pestisida Daconil 75 WP
           



Gambur 7. Pestisida Daconil 75 WP

 


            Pestisida ini sering dijumpai dengan nama dagang Daconil 75 WP dan termasuk kedalam golongan fungisida dan memiliki nama umum clorotaconil dengan formulasi 75 WP berbentuk serbuk. OPT sasarn pestisida ini embun bulu (Pyasno sporodestructur), bercak unggu (Caltenara porri), bercak daun (Cercaspora capcisi), antraknosa (Colletotriechulu glesporoides) dengan cara pengaplikasian ditaburkan.



3.2.8.  Pestisida Dursban
Gambur 8. Pestisida Dursban

 





            Pestisida ini memiliki nama dagang dursban  dan temasuk kedalam golongan insektisida, pestisida ini memiliki nama umum klorpirifos 200 g/l dengan formulasi 20 EC berbentuk cairan pekat yang apabila dcampurkan dengan air akan membentuk emulsi. OPT sasaran pada ulat grayak, kutu daun, dan belalang dan teknik pengaplikasian dengan cara penyeprotan.
3.2.9.  Pestisida Rackus (Racun tikus)
Gambur 9. Pestisida Rackus (Racun tikus)

 





            Memiliki nama dagang rackus dan termasuk kedalam golongan Rodentisida dan memiliki nama umum Mesophide dangan formulasi 80 P dengan OPT sasaran tikus dengan teknik pengaplikasian penyebaran.
Gambur 10. Pestisida Agrept

3.2.10.  Pestisida Agrept






            Pestisida ini termasuk kedalam golngan bakterisida dengan nama dagang Agrept dan nama umum pestisida itu sendiri yaitu streptomisin sulfat 20%. Formulasi dari pestisdia agrept yaitu 20 WP dan OPT sasaran Bakteri/ layu pseudomonas solanacearum. Dengan teknik pengaplikasian penyemprotan menggunkan spaying.
Gambur 11. Pestisida Ridomil

3.2.11.  Pestisida Ridomil





            Termasuk kedalam golongan fungisida dengan nama dagang Ridomil dan memiliki nama umum metalaksil 35 % dengan formulasi 35 SD.OPT sasaran pestisida ini yaitu pada penyakit bulai (Scleraspora maydis) dengan teknik pengaplikasian dengan cara penyemprotan menggunkan spraying.
Gambur 12. Pestisida Antracol

3.2.12.  Pestisdia Antracol




            Golongan pestisida antracol ini yaitu golongan fungisida dengan nama dagang Antracol dan memiliki nama umum propineb 70,5%. Formulasi dari pestisida ini yaitu 75 WP. OPT sasaran Altenaria alii, oidiumtingtanium, Cercospora arachidicola, C.personata, Phytophthora infestans, Rhizoctonia solani, Phytopthora palmivora var, Altenaria brassicae, Phytophtera parasifica, Exobasidium vexans, phythium Spp, Rhizoctonia solani. Teknik pengaplikasian dari pestisida ini yaitu dengan cara penyemprotan.







IV.  PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Pestisida secara umum diartikan sebagai bahan kimia beracun yang digunakan untuk mengendalikan  jasad penganggu yang merugikan kepentingan manusia terutama di bidang pertanian. Pestisida merupakan racun yang memiliki kemampuan membasmi organisme selektif  dan mempunyai nilai ekonomis terutama bagi petani.
Formulasi pestisida bentuk cair diantaranya adalah EC (Emulsifiable Cocentrate atau Emulsible Cocentrate), Soluble Concentrate in water (WSC) atau Water Soluble Concentrate (WSC), Aeous Solution (AS) atau Aquaous Concentrate (AC), Soluble (SL), Flowable (F), dan Ultra Low Volume (ULV). Sedangkan Formulasi pestisida dalam bentuk padat diantaranya adalah Wettable Powder (WP), Soluble powder (S atau SP), Butiran (G), Water Dipersible Granule (WG atau WDG), Seed dreesing (SD) atau Seed Treatment (ST), Tepug Hembus atau Dust (D), dan Umpan atau bait (B) ready Mix Bait (RB atau RMB).
4.2. Saran
            Saran yang dapat disampaikan pada praktikum mengenal Pestisida dan Aplikasinya yaitu memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai pestisa yang sudah disediakan dan juga bagaimana cara penanggulangan tersebut agar mahasiswa mampu membantu petani dalam menghadapi masalah pestisida yang kadang kala masalah ini menjadi problem utama petani bahkan kerab petani menjadi gagal panen akibat serangannya.


2 komentar:

Unknown mengatakan...

THANK YOU atas infonya

maddeecabral mengatakan...

How to get from Kambi to San Diego Casino Hotel
(Kambi Casino) and San Diego's only real estate casino, Kambi, 하남 출장안마 have everything you 경주 출장마사지 need for a memorable night. 대딸 야동 Kambi Casino Resort features a variety of 서산 출장샵 table 익산 출장샵

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews