I.
PENDAHULUAN
1.1. Dasar Teori
Pembasmi hama atau pestisida adalah bahan yang digunakan
untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi").
Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida
merupakan bahan yang telah banyak memberikan manfaat untuk keberlangsungan
dunia produksi pertanian. Banyaknya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang
dapat menurunkan hasil panen, dapat diminimalisir dengan pestisida. Sehingga
kehilangan hasil akibat OPT tidak terlalu besar. Selain bidang pertanian,
pestisida juga memberikan banyak manfaat untuk membantu masalah yang timbul
akibat adanya organisme pengganggu di tingkat rumah tangga. Seperti pembasmian
nyamuk misalnya, dengan adanya pestisida maka proses pembasmian nyamuk akan
menjadi lebih cepat dan efisien. Bahkan masih banyak lagi peranan pestisida
bagi kehidupan manusia di berbagai bidang (Wikipedia. 2013).
Penggolongan pestisida menurut cara masuknya ke tubuh hama
dapat terbagi menjadi a). Racun perut pestisida memasuki tubuh hama melalui
saluran pencernaan (perut). b). Racun kontak pestisida memasuki tubuh serangga
bila serangga mengadakan kontak dengan insektisida atau serangga berjalan
diatas permukaan yang telah disemprot pestisida. c). Fumigan merupakan
insektisida yang mudah menguap menjadi gas dan masuk ke dalam tubuh serangga
melalui sistem pernafasan atau sistem trakea yang
kemudian diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Menurut sifat kimianya Insektisida
dapat kita bagi menurut sifat dasar senyawa kimianya yaitu dalam Insektisida
Anorganik yang tidak mengandung unsur karbon dan Insektisida Organik yang
mengandung unsur karbon (Ardiant, 2008).
Formulasi pestisida bahan aktif insektisida merupakan bahan penyusun
terpenting, suatu formulasi pestisida untuk dipasarkan tidak diproduksikan oleh
pabrik dalam bentuk murni. Bahan aktif murni hanya dibuat khusus untuk
keperluan penelitian atau pengawasan mutu formulasi insektisida. Pada tingkat
permulaan produksi insektisida lebih dahulu dibuat apa yang disebut bahan aktif
teknis. Bahan ini merupakan campuran bahan aktif murni dan bahan antara
lainnya. Agar bahan aktif teknis tersebut dapat lebih efektif dan efisien dalam
mengendalikan hama sasaran yang tempat hidup dan cara hidupnya bervariasi
sebelum dipasarkan, bahan teknis tersebut lebih dahulu dicampur dengan bahan
penguat (sinergis) dan bahan pembantu (ajuvan). Bahan-bahan tambahan yang tidak
bersifat insektisidal tersebut secara umum sering disebut inert ingredient.
Pemberian bahan-bahan pembantu dapat meningkatkan adhesi atau pelekatan,
pencampuran, tekanan permukaan, persistensi di lingkungan dan sebagai pembawa
insektisida. Secara umum ada banyak sekali jenis formulasi pestisida telah
dikembangkan untuk kepentingan pemakai dan telah tersedia di pasar Emulsifiable Concentrate (EC), Wettable
Powders (WP), Flowable Powder, Soluble Powder, Solution Dust (D), Granules (G),
Aerosol Poisonous, Baits (B), Slow Release, Formulations (SR) (Ardiant,
2008).
Cara aplikasi/ penyemprotan Pestisida yang baik dan benar pada tanaman
tepat waktu, tepat dosis, tepat pestisidat, tepat aplikasi, tepat cara. Tepat waktu
adalah jangan menyemprot terlalu pagi di karnakan masih banyak embun di
khawatirkan banyak pestisida yang ikut terjatuh bersamaan jatuhnya embun
tersebut. tepat dosis adalah gunakan Dosis sesuai anjuran perusahaan pestisida
yang tertera pada label pestisida, hitung lah terlebih dahulu dosis anjuran
yang tertera pada label, misal dosis pestisida X untuk tanaman padi itu 200 ml
perHektar sedangkan lahan yang kita punya cuma 3000m persegi berarti cara
menghitungnya adalah 3000m/10000m di kali 200ml = 60ml. 10000 adalah luasan
Hektar, jadi dalam luasan 3000m itu cukup 60ml saja, atau bisa juga dengan
menghitung melihat anjuran yang tertera pada label pestisida tersebut misalkan
pada label itu untuk tanaman padi : 1-2 ml/L berarti kita tinggal kalikan saja
dengan volume Tangki semprot yang akan kita pakai, misal tangki yang kita pakai
itu ukuran 14 L berarti kita kalikan 14 dan bila dosis yang kita pakai 2 ml/L
berarti dosis untuk tangki ukuran 14 Liter adalah 2x14=28 ml untuk satu Tangki.
Tepat pestisidat adalah misalkan tanaman padi kita itu kena hama Sundep maka
pestisida yang harus kita semprotkan adalah insektisida yang bisa menanggulangi
sundep tersebut jangan sekali di semprot dengan Herbisida atau fungisida atau
moluskisida karena kalau di semprot dengan selain insektisida yang bisa
menanggulangi hama sundep tersebut maka jangan harap tanaman padi kita itu
membaik yang ada malah semakin parah akibatnya kita menyalahkan pestisida
tersebut padahal bukan salah pestisidanya tapi salah kitanya yang tidak
mengerti kegunaan dari pestisida itu sndiri. Tepat aplikasi adalah tepat dalam
pengaplikasian pestisida maksudnya jangan mengaplikasikan pestisida setelah
atau sesudah parah terjadi serangan hama penyakit melainkan aplikasikan atau
semprotkan lah sebelum terjadinya serangan hama penyakit ya paling tidak baru
cuma ada gejala lah kita aplikasikan atau kita semprot, karena kalau sudah
terjadi serangan hama penyakit itu hanya untuk meminimalisir saja
tidak untuk memusnahkan atau melenyapkan seluruhnya jadi kalau mengaplikasikan
pas sudah terjadi serangan hama penyakit itu menurut saya tidak maksimal atau
kurang memuaskan. Tepat cara adalah cara meyemprot pestisida yang baik dan
benar adalah pertama kita persiapkan tangkinya yang kedua kita perhatikan
sprayernya karena sprayer itu sendiri banyak macamnya ada yang sprayer lubang
empat ada yang sprayer lubang 2 dan ada juga sprayer lubang satu, dan fungsinya
juga beda-beda antara sprayer lubang satu lubang dua dan sprayer lubang empat.
kalau sprayer lubang empat khusus untuk nyemprot Herbisida kalau lubang dua
untuk tanaman sayur-sayuran (Ardiant, 2008).
1.2.
Tujuan
a.
Agar mahasiswa mengetahui dan dapat membedakan
formulasi pestisida.
b.
Agar mahasisiwa dapat mengetahui dan menentukan
formulasi pestisida yang lebih aman untuk diaplikasikan serta mengetahui
kelemahan-kelemahan dalam aplikasinya.
II. BAHAN DAN METODE
2.1. Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum Acara V (Mengenal Pestisida dan
Aplikasinya) dilakukan dengan mengamati jenis-jenis pestisida yang telah
disediakan dan pengamatan dilaksanakan di Laboratorium Budidaya pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya. Kegiatan dilaksanakan pada hari
senin 02 Mei 2014 jam 13.00-14.40 WIB.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah beberapa jenis pestisida
yang digunakan untuk pengamatan. Sedangkan alat yang digunakan berupa alat
tulis untuk membuat laporan sementara dan kamera untuk mengambil gambar jenis
pestisida yang diamati.
3.3. Cara Kerja
Adapun cara
kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut
a.
Menyiapkan bahan-bahan yang digunakan berupa
beberapajenis pestisida dengan berbagai jenis formulasinya.
b.
Megidentifikasi satu persatu dari jenis pestisida yang
telah digunakan itu dengan melihat nama dagang, formulasi, jenis bahan aktif,
sasarannya, dan cara pengaplikasiannya.
c.
Mengcatat hasil pengamatan tersebut dan mengabil gambar
jenis-jenis pestisida yang diamati
d.
Membuat
lapora sementara tentang pestisida dan cara pengaplikasiannya berupa table
hasil pengamatan pestisida.
III.
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.
Tabel Hasil Pengamatan
Tabel
1. Hasil Pengamatan Mengenal Pestisida dan Aplikasinya.
No
|
Golongan
|
Nama Dagang
|
Nama Umum
|
Formulasi
|
OPT Sasaran
|
Teknik Aplikasi
|
1.
|
Fungisida
|
Dithane
|
Menkozeb 430
g/l
|
430 F
|
- Penyakit Busuk Buah Kakao
(Phytoptera palmi vora)
- Penyakit Busuk Daun ( Phytoptera infestans)
|
Penyemprotan
|
2.
|
Insektisida
|
DARMABAS 500
EC
|
BPMC 500 g/l
|
500 EC
|
- Wereng, walang sangit,
Ulat grayah, penggerak batang
|
Penyemprotan
|
3.
|
Insektisida
|
Indovin 85 SP
|
Karboril 85%
|
85 SP (Serbuk)
|
- Ulat grayak (Spodoptera litura
|
Penyemprotan
|
4.
|
Insektisida
|
Petrogenol 800
L
|
Metil evgen
800 g/l
|
800 L (Cair)
|
- Lalat buah manga (dacus Sp)
|
Sebagai
perangkap (diteteskan)
|
5.
|
Nematisida,
Insektisida, dan Fungisida
|
Basamid
|
Dazomed 98%
|
98 (butiran)
|
- Ulat Tanah
|
Larva Kumbang
penggerak batang diatas permukaan tanah mis. jangkrik
|
6.
|
Insektisida
|
Bancol
|
Bensultap 50%
|
50 WP (Serbuk)
|
- Plutella xylostella
- Thrips
- Kutu daun
- Penggerak batang
- Wereng coklat
- Lalat daun
|
Penyemprotan
|
7.
|
Fungisida
|
Daconil 75 WP
|
Klorotaconil
75%
|
75 WP (Serbuk)
|
- Embun bulu (Pyasnospora destruktur)
- Bercak Ungu (Altenara porn)
- Bercak daun (Cercaspora capcisi)
- Antracnos (Colletotriechulu glesporoides)
|
Ditabur
|
8
|
Insektisida
|
Dursban
|
Klorpirifos
|
20 EC
|
- Ulat grayak (Spodoptera exigua
- Kutu daun (Myzuz persicae)
- Plutella xylostella
- Belalang (Locusta migratoria)
|
Penyemprotan
|
9.
|
Rodentisida
|
Rackus (racun
tikus)
|
Mesophide
|
80 P
|
- Tikus
|
Penyebaran
|
10.
|
Bakterisida
|
Agrept
|
Streptomisin
sulfat 20%
|
20 WP
|
- Bakteri
- Layu
- Psedomonos solanacearum
|
Penyemprotan
|
11.
|
Fungisida
|
Ridomil
|
Metalaksil 35%
|
35 SD
|
- Penyakit bulai (sclerospora maydis)
|
Penyemprotan
|
12.
|
Fungisida
|
Antracol
|
Propineb 70,5%
|
70 WP
|
- Alternaria alii
- Oidium tingtanium
- Cercospora arachidicola
- C.personata
- Phytopthora infestans,
- Rhizoctonia solani
- Phytophthora palmivora var Piperis
- Alternaria brassicae
- Phytophtora
- Parasifica
- Exobasidium vexans
- Phythium Spp.
- Rhizoctonia solani
|
Penyemprotan
|
3.2. Pembahasan
3.2.1.
Pestisida Dithane 430 F
Gambar 1. Pestisida Dithane 430 F
|
Pestisida ini memiliki
nama dagang Dithane 430 F. Pestisida ini termasuk kedalam golongan Fungisida
dengan nama umum bahan aktif yaitu Mankonzen 430 gram. Jenis formulasinya
adalah Fumigant (F), dengan OPT sasaran beberapa jenis jamur/ cendawan,
penyakit busuk buah kakao dan penyakit busuk daun.. Untuk cara cara aplikasi
pestisida jenis ini, dithane diaplikasikan dengan cara disemprotkan dengan
menggunakan spraying pada tanaman.
3.2.2. Pestisida Dharmabas 500
EC
Gambur 2. Pestisida Dharmabas 500 EC
|
Pestisida ini memiliki
nama dagang Dharmabas 500 EC. Pestisida
Dharmabas ini termasuk kedalam golongan Insektisida, dengan nama umum bahan
aktif yaitu BPMC 500 g/l. Dharmabas jenis formulasinya adalah 500 EC, sasaran
pestisida ini yaitu wereng, walang sangit, ulat grayak, dan ppenggerak batang
sedangkan cara aplikasinya dari pestisida ini yaitu dengan cara penyemprotan
sasaran dengan menggunakan spraying langsung pada tanaman yang terserang.
3.2.3. Pestisida Indovin 85 SP.
Gambur 3. Pestisida Indovin 85 SP
|
Pestisida ini memiliki
nama dagang Indovin 85 SP. Pestisida Indovin termasuk kedalam golongan
Insektisida dengan nama umum karboril 85 % dengan formulasi 85 SP jenis ini
dapat diketahui berbentuk serbuk. OPT sasaran pestisida Indovini ini yaitu ulat
grayak, Spodoptera litura, dengan
teknik pengaplikasian dengan cara penyemprotan menggunakan spraying.
3.2.4. Pestisida Petrogenol
800 L
Gambur 4. Pestisida Petrogenol 800 L
|
Pestisida ini termasuk
kedalam golongan insektisida dengan nama dagang Petrogenol 800 L dan nama umum
Metil Evgenol 800 g/l dengan formulasi 800 L, pestisida ini berbentuk cair. OPT
sasaran pestisida petrogenol yaitu lalat buah manga (Daucus Sp) dan lalat buah cabai (Daucus Ferrugineus). Teknik pengaplikasian diteteskan.
Gambur 5. Pestisida Basamid G
|
Pestisida ini memiliki
nama dagang Basamid G. Pestisida Basamid 6 termasuk kedalam golongan
Nematisida, Insektisida, dan Fugisida dengan nama umum Dazomed 98 % dan
formulasinya itu sendiri yaiatu G. 98 berbentuk butiran.OPT sasaran pada ulat
tanah (Agrotis Sp), Nematoda (Pratylencus Sp) dengan cara
pengaplikasian ditaburkan.
3.2.6.
Pestisida Bancol
Gambur 6. Pestisida Bancol
|
Pestisida bancol
memiliki nama umum bensultap 50 % dan termasuk kedalam golongan insektisida.
Formulasi pestisida ini 500 WP berbentuk tepung dengan sasaran OPT pada Plutella xylostella, thrips, kutu daun,
penggerak batang, wereng coklat, dan lalat daun dengan teknik pengaplikasian
penyemprotan menggunkan spraying.
3.2.7. Pestisida Daconil 75 WP
Gambur 7. Pestisida Daconil 75 WP
|
Pestisida
ini sering dijumpai dengan nama dagang Daconil 75 WP dan termasuk kedalam
golongan fungisida dan memiliki nama umum clorotaconil dengan formulasi 75 WP
berbentuk serbuk. OPT sasarn pestisida ini embun bulu (Pyasno sporodestructur), bercak unggu (Caltenara porri), bercak daun (Cercaspora
capcisi), antraknosa (Colletotriechulu
glesporoides) dengan cara pengaplikasian ditaburkan.
3.2.8.
Pestisida Dursban
Gambur 8. Pestisida Dursban
|
Pestisida
ini memiliki nama dagang dursban dan
temasuk kedalam golongan insektisida, pestisida ini memiliki nama umum
klorpirifos 200 g/l dengan formulasi 20 EC berbentuk cairan pekat yang apabila
dcampurkan dengan air akan membentuk emulsi. OPT sasaran pada ulat grayak, kutu
daun, dan belalang dan teknik pengaplikasian dengan cara penyeprotan.
3.2.9.
Pestisida Rackus (Racun tikus)
Gambur 9. Pestisida Rackus
(Racun tikus)
|
Memiliki
nama dagang rackus dan termasuk kedalam golongan Rodentisida dan memiliki nama
umum Mesophide dangan formulasi 80 P dengan OPT sasaran tikus dengan teknik
pengaplikasian penyebaran.
Gambur 10. Pestisida
Agrept
|
Pestisida
ini termasuk kedalam golngan bakterisida dengan nama dagang Agrept dan nama
umum pestisida itu sendiri yaitu streptomisin sulfat 20%. Formulasi dari
pestisdia agrept yaitu 20 WP dan OPT sasaran Bakteri/ layu pseudomonas solanacearum. Dengan teknik pengaplikasian penyemprotan
menggunkan spaying.
Gambur 11. Pestisida Ridomil
|
Termasuk
kedalam golongan fungisida dengan nama dagang Ridomil dan memiliki nama umum
metalaksil 35 % dengan formulasi 35 SD.OPT sasaran pestisida ini yaitu pada
penyakit bulai (Scleraspora maydis)
dengan teknik pengaplikasian dengan cara penyemprotan menggunkan spraying.
Gambur 12. Pestisida Antracol
|
Golongan
pestisida antracol ini yaitu golongan fungisida dengan nama dagang Antracol dan
memiliki nama umum propineb 70,5%. Formulasi dari pestisida ini yaitu 75 WP.
OPT sasaran Altenaria alii,
oidiumtingtanium, Cercospora arachidicola, C.personata, Phytophthora infestans,
Rhizoctonia solani, Phytopthora palmivora var, Altenaria brassicae, Phytophtera
parasifica, Exobasidium vexans, phythium Spp, Rhizoctonia solani. Teknik
pengaplikasian dari pestisida ini yaitu dengan cara penyemprotan.
IV.
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Pestisida secara umum diartikan sebagai bahan kimia beracun yang
digunakan untuk mengendalikan jasad penganggu yang merugikan kepentingan
manusia terutama di bidang pertanian. Pestisida merupakan racun yang memiliki
kemampuan membasmi organisme selektif dan mempunyai nilai ekonomis
terutama bagi petani.
Formulasi pestisida bentuk cair diantaranya adalah EC (Emulsifiable
Cocentrate atau Emulsible Cocentrate), Soluble Concentrate in water (WSC) atau
Water Soluble Concentrate (WSC), Aeous Solution (AS) atau Aquaous Concentrate
(AC), Soluble (SL), Flowable (F), dan Ultra Low Volume (ULV). Sedangkan Formulasi
pestisida dalam bentuk padat diantaranya adalah Wettable Powder (WP), Soluble
powder (S atau SP), Butiran (G), Water Dipersible Granule (WG atau WDG), Seed
dreesing (SD) atau Seed Treatment (ST), Tepug Hembus atau Dust (D), dan Umpan
atau bait (B) ready Mix Bait (RB atau RMB).
4.2. Saran
Saran
yang dapat disampaikan pada praktikum mengenal Pestisida dan Aplikasinya yaitu
memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai pestisa yang sudah disediakan
dan juga bagaimana cara penanggulangan tersebut agar mahasiswa mampu membantu
petani dalam menghadapi masalah pestisida yang kadang kala masalah ini menjadi
problem utama petani bahkan kerab petani menjadi gagal panen akibat
serangannya.


09.49
Unknown
Posted in:
2 komentar:
THANK YOU atas infonya
How to get from Kambi to San Diego Casino Hotel
(Kambi Casino) and San Diego's only real estate casino, Kambi, 하남 출장안마 have everything you 경주 출장마사지 need for a memorable night. 대딸 야동 Kambi Casino Resort features a variety of 서산 출장샵 table 익산 출장샵
Posting Komentar